Perayaan 337 Tahun Boen San Bio Sarat Tradisi dan Pesan Damai

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Perayaan ulang tahun Sejit Kongco Hok Tek Tjeng Sin sekaligus Hari Ulang Tahun Kelenteng Boen San Bio ke-337 berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Vihara Nimmala dengan tema “Dengan Kebijaksanaan, Membangun Kedamaian dan Kebaikan.”

Rangkaian acara digelar selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Maret 2026, dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya. Perayaan ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Kongco Hok Tek Tjeng Sin yang jatuh pada 20 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

“Untuk kegiatan hari ini, ini berhubung kita adalah ulang tahun di tanggal 18, 19, 20, 21 Maret 2026 dalam rangka ulang tahun Klenteng yang ke-337 tahun Klenteng ini, dan di tanggal 20 bulan 3 2026 itu adalah ulang tahun dari Kongco Hok Tek Tjeng Sin. Jadi, dalam arti Ji Gwee Ce It, penyelenggaraan untuk Chinese-nya,” ujar Jeny Alta.

Rangkaian Acara dan Ritual Sakral Misoa

Berbagai rangkaian acara disiapkan untuk memeriahkan perayaan, mulai dari pembukaan hingga pertunjukan budaya khas. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah penampilan Gambang Kromong serta ritual persembahan 108 Misoa.

“Rangkaiannya kita pertama ada pembukaan. Hari keduanya itu adalah acara Gamang Kromong juga dan ada acara Misoa, 108 Misoa untuk persembahan ulang tahun ke Kongco Hok Tek Tjeng Sin,” katanya.

Menjelang puncak acara, dilakukan prosesi penyulutan lilin sebagai simbol penghormatan. Prosesi ini berlangsung pada pukul 23.30 WIB sebelum memasuki pergantian hari.

Perayaan 337 Tahun Boen San Bio Sarat Tradisi dan Pesan Damai

“Setelah itu ada penyulutan lilin untuk ulang tahunnya Kongco Hok Tek Tjeng Sin juga. Itu di jam 23.00 malam. Setelah itu di jam 00.00 malam kita ada pemilihan Locu,” tuturnya.

Tradisi Pemilihan Locu yang Unik

Pemilihan Locu menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan dalam perayaan ini. Sebanyak lima orang akan dipilih untuk menjalankan tugas keagamaan selama satu tahun ke depan.

“Di pemilihan Locu itu tiap setahun sekali untuk pemilihan lima Locu: Locu 1, 2, 3, 4, 5,” ujarnya.

Untuk menjadi Locu, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para kandidat. Di antaranya tidak terlibat dalam politik, tidak memiliki catatan kasus, serta siap mengikuti kegiatan persembahyangan.

“Persyaratan untuk menjadi Locu itu tidak terlibat dalam hal politik, tidak dalam rangka ada kayak pernah ada kasus, udah itu bersedia untuk setiap persembahyangan itu yang terpenting dan yang sudah berkeluarga juga,” katanya.

Proses pemilihan dilakukan menggunakan metode tradisional Pue-pwe yang memiliki aturan khusus. Setiap kandidat harus memenuhi jumlah tertentu dalam proses buka-tutup alat kayu sebagai tanda sah.

“Pemilihan Locu itu kita laksanakan mekanismenya seperti kita Poepwee. Poepwee itu dalam arti ada satu alat dari kayu, jadi dia kalau buka-tutup itu berarti sah,” tuturnya.

Jeny menjelaskan bahwa proses tersebut harus dilakukan secara berurutan sesuai ketentuan. Jika tidak memenuhi syarat jumlah tertentu, maka proses harus diulang dari awal.

“Harus dapat Locu 1 itu buka-tutupnya harus enam kali barusan sah. Baru dipilih lagi selanjutnya Locu kedua,” ujarnya.

Peran dan Harapan untuk Masa Depan

Tahun ini, jumlah kandidat yang mengikuti pemilihan Locu mencapai sembilan orang. Namun, hanya lima orang yang akan terpilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tahun ini kandidatnya sudah ada totalnya sembilan,” katanya.

Para Locu terpilih nantinya memiliki peran penting dalam kegiatan keagamaan di kelenteng. Mereka bertugas menyiapkan persembahan dalam berbagai ritual sepanjang tahun.

“Jadi mereka itu setelah jadi terpilih, nanti tugas mereka itu adalah setiap ada acara persembahyangan, mereka penyajian buah, teh, setiap malam Cap Go ataupun ada Samkay ulang tahun para Sinbeng tertentu harus penyajian itu,” tuturnya.

Jeny menegaskan bahwa pemilihan Locu merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari perayaan tahunan ini. Tradisi tersebut terus dijaga sebagai bentuk pelestarian budaya dan kepercayaan.

“Iya, setiap tahun harus ada itu pemilihan Locu tetap gitu,” katanya.

Di akhir, ia berharap Boen San Bio dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat. Ia juga mendoakan agar masyarakat Indonesia senantiasa hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan.

“Semoga Boen San Bio lebih bisa memberikan yang terbaiklah untuk umat yang selama ini begitu percayanya akan kepengurusan kita ini. Semoga ke depannya umat semuanya juga sehat selalu, Boen San Bio juga tambah maju,” ujarnya.

“Ya harapan kita juga ya untuk Indonesia kita juga supaya Indonesia ini semakin maju, damai, dan sejahtera,” tutupnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.