KOTATANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Pemerintah Kota Tangerang resmi menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari instansi pemerintahan, swasta, hingga institusi pendidikan, untuk melakukan kerja bakti massal atau korve minimal dua kali dalam sepekan.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut nyata atas instruksi Presiden Prabowo Subianto guna menjawab kondisi Indonesia yang tengah berada dalam status “darurat sampah.”
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengungkapkan bahwa gerakan ini diperkuat melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Tangerang sebagai turunan langsung dari instruksi Kementerian Dalam Negeri.
“Gerakan Indonesia Asri ini adalah perintah langsung Bapak Presiden Prabowo.. Tujuannya jelas, kita ingin mewujudkan kota yang Asri: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Mengingat kondisi darurat sampah nasional, kita mulai gerakannya secara masif di Kota Tangerang mulai hari ini,” ujar Wawan saat ditemui di kantornya, Selasa 24 Februari 2026.
Jadwal Rutin: Selasa Internal, Jumat Regional
Implementasi gerakan ini dibagi menjadi dua skema waktu dalam seminggu untuk memastikan seluruh sudut kota tersentuh aksi kebersihan:

* Selasa (Korve Internal): Fokus pada pembersihan di lingkungan kantor masing-masing, sekolah, pusat industri, maupun instansi pemerintahan (OPD, Kecamatan, dan Kelurahan).
* Jumat (Korve Gabungan): Aksi kebersihan yang lebih luas di tingkat regional atau kewilayahan. Kegiatan ini direncanakan melibatkan kolaborasi lintas sektor, yang dapat diawali dengan senam bersama sebelum turun ke lapangan.
“Bahasanya sudah bukan lagi ‘kami’, tapi ‘kita’. Ini program Bapak Presiden yang harus kita amankan dan sukseskan bersama,” tegas Wawan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Wawan menekankan bahwa Gerakan Indonesia Asri bukan hanya tugas DLH, melainkan tanggung jawab kolektif. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian untuk menyasar sektor swasta, serta Dinas Pendidikan guna memastikan sekolah-sekolah di Tangerang turut berpartisipasi.
Tak hanya sipil, unsur TNI dan Polri juga diharapkan menjadi bagian dari gerakan ini agar pergerakannya jauh lebih masif dan berdampak langsung pada estetika serta kesehatan lingkungan.
Target: Bebas Tumpukan Sampah
Terkait target, Wawan menyatakan Pemkot Tangerang berkomitmen untuk menghilangkan tumpukan sampah yang selama ini mengganggu keindahan kota dan berpotensi berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.
“Target kita tidak muluk-muluk. Kota Tangerang harus bersih, tidak ada lagi tumpukan sampah yang membuat kota kotor. Kita butuh dukungan semua pihak karena ini adalah gerakan bersama untuk kesehatan lingkungan masyarakat kita sendiri,” pungkasnya.








