TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Bulan suci Ramadan di Kota Tangerang selalu dibarengi dengan fenomena peningkatan volume sampah yang signifikan. Tren tahunan biasanya dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung lebih banyak membeli makanan siap saji dibandingkan mengolah bahan makanan sendiri di rumah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa penggunaan kemasan plastik menjadi penyumbang utama dalam lonjakan limbah anorganik ini. Menurutnya, pembelian makanan jadi secara otomatis meningkatkan penggunaan bungkus plastik yang kerap dilakukan secara berlapis.
Fenomena bungkus ganda ini, di mana makanan sudah dibungkus plastik lalu dimasukkan lagi ke dalam kantong plastik tambahan, menjadi pemicu utama potensi penumpukan sampah di berbagai sudut kota.
Selain permasalahan plastik, Wawan juga menyoroti tingginya potensi limbah makanan atau food waste selama bulan puasa. Hal ini sering kali disebabkan oleh perilaku panic buying di mana masyarakat cenderung membeli berbagai jenis hidangan secara berlebihan saat menjelang waktu berbuka.
“Akibat dorongan “lapar mata”, tidak semua makanan yang dibeli akhirnya dikonsumsi, sehingga sisa-sisa makanan tersebut berakhir menjadi tumpukan sampah organik, ” Ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang telah menyiagakan langkah-langkah antisipasi melalui prosedur tetap yang dijalankan oleh dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Barat dan Timur.
Wawan mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan instruksi langsung dari Wali Kota Tangerang untuk memastikan tidak ada timbunan sampah yang mengkhawatirkan, terutama di titik-titik rawan yang berbatasan dengan wilayah tetangga.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Lingkungan Hidup kini fokus melakukan monitoring secara intensif serta memperkuat koordinasi lintas kewilayahan. Dukungan dari para Camat, Lurah, hingga aparatur di tingkat RT dan RW sangat diharapkan untuk memantau kondisi kebersihan di lingkungan masing-masing.
“Sinergi ini bertujuan agar setiap tumpukan sampah yang muncul dapat segera tertangani dengan cepat melalui komunikasi yang efektif antara warga dan petugas lapangan, ” Imbuhnya.
Wawan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya tumpukan sampah yang belum terangkut.
Laporan tersebut dapat disampaikan langsung melalui UPT wilayah terkait atau menghubungi saluran komunikasi resmi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang di nomor hotline 08111631631.
Dengan pengawasan bersama, diharapkan kenyamanan dan kebersihan Kota Tangerang tetap terjaga selama menjalankan ibadah di bulan suci.








