Aksi Curanmor Bersenpi di Karang Tengah, Pelaku Todong Warga 

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api terjadi di Jalan Pelita Raya Blok D Nomor 9, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, pada Rabu, 25 Februari 2026 sore. Dalam kejadian tersebut, pelaku gagal membawa kabur motor milik seorang warga.

Mulyono, orang tua dari korban pemilik motor, mengatakan peristiwa bermula saat lokasi dipenuhi kendaraan karena aktivitas bongkar muat. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Bacaan Lainnya

“Kemarin itu lagi banyak mobil karena lagi muat barang, motor juga ada beberapa yang parkir di sini,” ujar Mulyono kepada Lensa Banten pada Kamis, 26 Februari 2026.

Dua orang pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor dan langsung merusak kunci motor dengan kunci T. Namun, motor tidak berhasil dihidupkan sehingga terpaksa didorong.

“Kuncinya sudah dirusak pakai kunci T, tapi motornya nggak hidup jadi didorong,” katanya.

Aksi tersebut dipergoki anak korban yang hendak keluar rumah untuk membeli takjil. Warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak maling.

“Anak saya lihat motornya didorong-dorong, langsung teriak maling,” ucap Mulyono.

Mengetahui aksinya terbongkar, salah satu pelaku mengeluarkan senjata api untuk mengancam warga. Pelaku kemudian melepaskan tembakan ke udara sebelum melarikan diri.

“Yang satu bawa motor, yang satu lagi ngeluarin pistol dan buang tembakan ke atas,” tuturnya.

Menurut Mulyono, pelaku melepaskan tembakan sebanyak dua kali di depan rumah dan satu kali di ujung jalan. Tembakan tersebut diarahkan ke udara dan tidak mengenai warga.

“Dua kali di depan rumah, satu kali di ujung sana, semuanya ke atas,” katanya.

Kedua pelaku akhirnya berhasil kabur ke arah permukiman warga. Sementara motor korban berhasil diamankan meski mengalami kerusakan.

“Motornya ada di rumah, cuma kuncinya rusak dan mika depannya pecah,” ujar Mulyono.

Ia mengungkapkan, aksi curanmor di wilayah tersebut sudah sering terjadi. Bahkan dirinya menyebut keluarga mereka sudah dua kali menjadi korban.

“Di sini sering kejadian, kami sudah dua kali, yang terakhir juga pakai senjata,” katanya.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan aparat sempat mendatangi lokasi kejadian. Warga berharap patroli keamanan ditingkatkan guna mencegah terulangnya aksi kriminal serupa.

“Harapannya sering ada patroli supaya lingkungan lebih aman,” tutup Mulyono.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.