Anak Krakatau Erupsi Dua Kali dalam 15 Menit, Pertama Setelah Hampir Sebulan Tenang

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dua kali dalam 15 menit setelah 25 hari diam. Status tetap Level II Waspada, warga dilarang mendekat radius 2 km.(Magma Indonesia )
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dua kali dalam 15 menit setelah 25 hari diam. Status tetap Level II Waspada, warga dilarang mendekat radius 2 km.(Magma Indonesia )

CILEGON, LENSABANTEN.CO.ID — Gunung Anak Krakatau kembali meletus setelah sekitar sebulan tidak mencatat erupsi. Pada Senin (5/10/2026) malam, gunung di Selat Sunda itu erupsi dua kali dalam selang 15 menit. Letusan pertama terjadi pukul 20.13 WIB dan masih berlangsung ketika laporan disusun. Letusan kedua tercatat pukul 20.28 WIB, terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 33 milimeter dan durasi 61 detik.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan kedua erupsi tersebut dilansir dari Kompas.com. Menurutnya, laporan yang masuk memang mencatat dua kali letusan.

Bacaan Lainnya

Sebelum kejadian ini, erupsi terakhir tercatat pada 10 September 2026 pukul 09.10 WIB, dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi 17 detik.

Sisa energi yang terlepas

Andi menjelaskan, munculnya kembali erupsi setelah beberapa pekan tidak otomatis berarti gunung kembali ke fase erupsi besar seperti sebelumnya. Ia mengakui masih ada energi vulkanik yang keluar, sehingga perkembangan data perlu terus dicermati. Jika letusan hanya terjadi sekali atau dua kali lalu berhenti, kondisi itu belum cukup menjadi alasan menaikkan status. Lain halnya bila erupsi berlanjut dan membesar seperti pada periode sebelumnya. Untuk saat ini, ia menilai kejadian tersebut kemungkinan hanya pelepasan sisa energi.

Soal perubahan status, Andi menyebut keputusan ada di tangan PVMBG di Bandung, yang mengevaluasi seluruh data pemantauan.

Kembali ke Level II

Gunung Anak Krakatau sempat berstatus Level III (Siaga) saat aktivitasnya meningkat pada awal September 2026. Setelah aktivitas menurun, Badan Geologi menurunkan statusnya ke Level II (Waspada) mulai 21 September 2026 pukul 18.30 WIB. Status itu belum berubah meski terjadi dua erupsi pada Senin malam.

Imbauan

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif. Andi menegaskan imbauan itu tetap berlaku dan warga diminta terus mengikuti perkembangan aktivitas gunung. Hingga Senin malam, visual letusan tidak teramati. Aktivitas gunung dipantau lewat rekaman seismograf dan pengamatan langsung dari pos pemantauan. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah dua erupsi ini hanya pelepasan sisa energi atau awal aktivitas baru.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.