TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kebakaran melanda sebuah lapak campur yang berisi limbah karet, ban, plastik, dan kayu di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, pada Senin, 19 Oktober 2026 malam. Sebanyak 15 unit armada pemadam kebakaran dengan 60 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Kepala UPT Damkar Pinang, Kamaludin Azizi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 20.35 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan armada dari sejumlah wilayah untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Laporan kebakaran kami terima pukul 20.35 WIB, kemudian petugas langsung melakukan penanganan dengan mengerahkan 15 unit armada gabungan dan 60 personel,” ujar Kamaludin, saat dikonfirmasi Lensa Banten.
Ia menjelaskan, armada yang diterjunkan berasal dari beberapa unit pemadam kebakaran, yakni Periuk, Kroncong, Cibodas, Belendung, dan unit 203. Petugas gabungan tersebut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman agar api dapat ditangani dan tidak semakin meluas.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama banyaknya warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, ketersediaan sumber air juga menjadi tantangan bagi petugas saat melakukan penanganan di lapangan.
“Kendala yang kami hadapi di lokasi adalah banyaknya warga yang berada di sekitar tempat kejadian, sehingga petugas perlu melakukan penanganan dengan hati-hati. Selain itu, sumber air juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman,” katanya.
Meski menghadapi kendala tersebut, petugas tetap melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan personel dan armada gabungan. Berdasarkan keterangan Kamaludin, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin malam tersebut.
Kamaludin turut mengingatkan masyarakat Kota Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Ia meminta warga tidak membakar sampah sembarangan karena api dapat merambat ke material yang mudah terbakar dan memicu kebakaran yang lebih besar.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang, terutama di musim kemarau seperti sekarang, agar tidak membakar sampah sembarangan. Tolong lebih berhati-hati karena pembakaran sampah yang tidak diawasi bisa memicu kebakaran dan membahayakan lingkungan maupun warga sekitar,” tutupnya.








