JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Daya tarik utama lagu “Oh Semoga” milik Mawar de Jongh terletak pada makna kata “semoga” yang memiliki banyak tingkatan arti. Meski dibawakan dengan nada bernuansa haru, lagu ini jauh dari kesan meratapi keadaan. Mawar menjelaskan bahwa kata “semoga” dalam lagu ini terasa seperti doa kecil atas hal-hal yang mungkin belum bisa dimiliki atau dikendalikan.
Salah satu baris lirik yang paling menonjol dan mencuri perhatian dalam lagu ini berbunyi: “Jika tidak keliling dunia apa kau tak apa? Cukup senangkah bila duduk di teras saja, dan menunggu hujan reda”.
Mawar menyampaikan pesan tersirat di balik lirik nostalgik tersebut yang mengajak pendengar untuk meredakan ekspektasi yang terlalu tinggi.
“Lirik ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak harus selalu datang dari pencapaian besar. Kita boleh punya mimpi besar dan ingin melangkah jauh, tapi kita juga perlu belajar menikmati apa yang ada di depan mata,” lanjut Mawar.
Untuk menyampaikan emosi lagu secara tepat, Mawar memposisikan diri dan meresapi jalan cerita di dalamnya dengan menyeimbangkan rasa sedih, harapan, serta rasa syukur. Ia berharap lirik-lirik ini bisa menjadi penawar dahaga bagi pendengar yang merindukan ketenangan. (san/*) #foto dok. trinity optima production








