KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, usai pelaksanaan forum Bipartit (Bipatrid) antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Sachrudin menyampaikan, forum Bipartit yang baru saja digelar berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Meski tidak mengurai secara rinci poin-poin kesepakatan yang dibahas, ia menegaskan bahwa sinergi antara industri dan pekerja menjadi kunci utama.
“Antara pekerja dan pengusaha ini satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tanpa pekerja, pengusaha tidak bisa apa-apa, dan sebaliknya,” ujar Sachrudin, Senin, 22 Desember 2025.
Ia menambahkan, pemerintah daerah mendorong agar kesejahteraan buruh dan kebangkitan industri dapat berjalan beriringan. Menurutnya, kompromi yang sehat harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan ketenagakerjaan.
“Buruhnya harus sejahtera dan industrinya harus bangkit. Itu komprominya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Apindo Kota Tangerang, Ismail, menuturkan bahwa dari sudut pandang pengusaha, kondisi perekonomian saat ini menjadi tantangan tersendiri. Ia mengungkapkan, tidak sedikit perusahaan yang terpaksa mengurangi jumlah tenaga kerja.
“Kalau dari pengusaha melihat perkembangan ekonomi, situasinya sekarang banyak perusahaan yang mengurangi tenaga kerja. Itu tentu menjadi pertimbangan ketika dibahas di forum Bipartit,” kata Ismail.
Terkait isu kenaikan upah, Ismail berharap angka yang ditetapkan tidak terlalu tinggi, namun tetap mempertimbangkan aspirasi pekerja. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah menetapkan rentang kenaikan upah, namun pengusaha berharap nilainya dapat ditekan agar tidak memberatkan dunia usaha.
“Kalau angkanya di kisaran 0,5 sampai 0,9 persen, tentu kami berharap sekecil mungkin. Apalagi masih ada upah minimum sektoral. Kalau terlalu besar, kami khawatir banyak pengusaha yang tidak mampu membayar dan akhirnya kolaps,” ungkapnya.
Forum Bipartit ini diharapkan menjadi ruang dialog berkelanjutan untuk menjaga iklim hubungan industrial yang kondusif di Kota Tangerang, sekaligus memastikan keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja tetap terjaga.









