TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Episode Hotel Gading Serpong kembali menghadirkan program liburan sekolah bertajuk Holi-Yeay 4.0: Soul of The Soil – A Season to Grow. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang melibatkan orang tua dan keluarga.
Program tahunan tersebut mengusung konsep tumbuh bersama melalui pengenalan budaya, kreativitas, dan kebersamaan keluarga. Berbagai kegiatan disiapkan untuk memberikan pengalaman liburan yang lebih bermakna bagi anak-anak selama masa liburan sekolah.
Liburan Sekolah yang Penuh Makna
Assistant Director of Brand and Marketing Episode Hotel Gading Serpong, Taufan Maulana, mengatakan Holi-Yeay merupakan program unggulan yang selalu hadir setiap pergantian tahun ajaran. Melalui program ini, pihak hotel ingin menghadirkan aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai positif bagi peserta.
Menurutnya, konsep yang diusung tahun ini lebih menitikberatkan pada tumbuh kembang anak melalui keterlibatan orang tua dalam berbagai kegiatan yang disiapkan.

“Setiap pergantian tahun ajaran saat anak-anak liburan sekolah, kita coba buatkan program liburan yang meaningful, enggak cuma senang-senang atau main-main saja, tapi ada nilai yang bisa mereka dapatkan,” ujar Taufan kepada Lensa Banten saat diwawancarai pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Mengangkat Filosofi Akar dan Pertumbuhan
Tema Soul of The Soil dipilih sebagai simbol tanah subur yang menjadi tempat tumbuhnya benih-benih kebaikan. Konsep tersebut merupakan kelanjutan dari tema tahun sebelumnya yang berfokus pada penanaman nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Taufan menjelaskan, setiap program yang dijalankan Episode Hotel Gading Serpong selalu memiliki tujuan yang memberikan dampak bagi keluarga, tamu, maupun lingkungan sekitar.
“Semua hal yang kita lakukan di Episode Gading Serpong punya purpose dan tujuan, di mana hasilnya minimal bisa berdampak buat keluarga, tamu-tamu kita, bahkan untuk lingkungan,” katanya.
Kenalkan Budaya Cina Benteng dan Baduy
Salah satu hal yang membedakan penyelenggaraan tahun ini adalah penguatan unsur budaya lokal. Anak-anak akan diajak mengenal budaya melalui berbagai kegiatan seperti membuat kerajinan tradisional hingga belajar seni tari.
Budaya Cina Benteng dan Baduy menjadi dua budaya utama yang diangkat dalam rangkaian kegiatan Holi-Yeay 4.0. Kedua budaya tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan kuat dengan identitas Tangerang dan Banten.
“Yang menjadi pembeda tahun ini adalah kita lebih mengangkat nilai akar budaya. Karena filosofinya tentang akar, jadi budaya yang kita hadirkan juga menjadi bagian penting dari program ini,” jelas Taufan.
Belajar Sejarah di Pasar Lama Tangerang
Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta juga diajak mengunjungi kawasan Pasar Lama Tangerang untuk mengenal lebih dekat budaya Cina Benteng. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk memahami sejarah dan warisan budaya yang masih bertahan hingga sekarang.
Melalui kunjungan tersebut, anak-anak diharapkan dapat lebih menghargai identitas budaya yang ada di lingkungan sekitar mereka.

“Yang mau diajarkan ke anak-anak itu sebenarnya mereka enggak usah malu dengan akar budayanya. Kita ingin mengenalkan bahwa ada budaya Cina Benteng dan ada budaya Baduy yang menjadi bagian dari Tangerang dan Banten,” tuturnya.
Hadirkan Kesenian Asli Masyarakat Baduy
Tidak hanya mengenalkan budaya melalui kunjungan edukatif, pihak hotel juga akan menghadirkan langsung kesenian tradisional dari masyarakat Baduy. Penampilan tersebut dijadwalkan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian acara akhir Juni mendatang.
Kehadiran masyarakat Baduy diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dan nyata bagi para peserta.
“Kita undang langsung kesenian asli dari warga suku Baduy untuk tampil di sini, supaya anak-anak tahu ada suku Baduy yang sampai sekarang masih menjaga keluhuran budayanya,” ungkapnya.
Lomba Tari dan Duet Orang Tua-Anak
Puncak kegiatan akan berlangsung pada 27 hingga 28 Juni 2026 dengan menghadirkan berbagai kompetisi yang melibatkan anak-anak dan orang tua. Mulai dari lomba tari tradisional hingga lomba menyanyi duet yang dirancang untuk mempererat hubungan keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, Episode Hotel Gading Serpong ingin menciptakan ruang kebersamaan yang berkualitas antara orang tua dan anak di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.
“Yang mau kita bangun adalah bonding antara orang tua dan anak. Jadi bukan hanya kompetisi, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang bisa dinikmati bersama,” tutup Taufan.
Melalui Holi-Yeay 4.0: Soul of The Soil – A Season to Grow, Episode Hotel Gading Serpong berharap dapat menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat nilai budaya, kebersamaan keluarga, dan pembelajaran bagi anak-anak.









