KOTA TANGERANG SELATAN, LENSABANTEN.CO.ID – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengamankan tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam (sajam) setelah insiden pengejaran yang berujung kecelakaan maut di kawasan Alam Sutera. Peristiwa tersebut menewaskan dua pelajar yang terjatuh dari sepeda motor setelah menabrak pembatas jalan dan tiang listrik.
Kasi Humas Polres Tangsel, Iptu Wahyuni, mengatakan ketiga pelajar itu diamankan setelah polisi melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan serangkaian penyelidikan. Mereka diduga merupakan bagian dari kelompok pelajar yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Setelah melakukan pengecekan TKP dan serangkaian penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Serpong berhasil mengamankan tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam,” jelas Wahyuni saat dimintai konfirmasi pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Berawal Setelah Menonton Pertandingan Futsal
Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 9 Oktober sore. Sekitar pukul 17.00 WIB, kedua korban bersama teman-temannya berada di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera setelah selesai menjadi suporter pertandingan futsal.
Pada waktu bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam.
“Pada saat bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam,” terang Wahyuni.
Merasa terancam, kedua korban bersama teman-temannya berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera. Namun, dalam perjalanan, mereka diduga dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia.
Motor Tabrak Pembatas Jalan, Dua Pelajar Tewas
Saat melintas di lokasi tersebut, dua pelajar asal SMP 34 Kota Tangerang yang berboncengan menggunakan Honda Scoopy merah mengalami kecelakaan. Sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan hingga keduanya membentur tiang listrik di pinggir jalan.
“Dua pelajar yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah kemudian terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan,” kata Wahyuni.
Akibat kecelakaan tersebut, kedua pelajar meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri dan menuju pos keamanan Alam Sutera.
Polisi Sita Celurit hingga Golok
Polisi kemudian mengamankan tiga pelajar yang seluruhnya diketahui merupakan siswa SMK Yadika 4 Ciledug. Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni satu pelajar di lokasi kejadian dan dua lainnya di kediaman masing-masing.
“Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya diamankan di kediaman masing-masing,” tutur Wahyuni.
Dari penanganan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, dan satu bilah golok. Petugas juga mengamankan sejumlah barang lainnya, termasuk satu unit sepeda motor.
“Saat ini, dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam tersebut ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan ketentuan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum,” ungkap Wahyuni.
Sementara itu, penanganan kecelakaan yang menewaskan dua pelajar tersebut ditangani oleh Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan kronologi dugaan pengejaran serta hubungan antara kelompok pembawa senjata tajam dan kecelakaan maut tersebut.








