Ungu Gandeng Lesti Kejora hingga Zara Leola dalam Konser 30 Tahun

foto dok. ig@ungu_band
foto dok. ig@ungu_band

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Perayaan 30 tahun perjalanan Ungu di industri musik Indonesia akan semakin istimewa dengan kehadiran lima bintang tamu lintas generasi. Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola akan menjadi bagian dari konser “ANTAM Presents Ungu: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter”.

Konser tersebut dijadwalkan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026) mulai pukul 19.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Kehadiran lima penyanyi dengan karakter musik berbeda membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Lagu-lagu Ungu akan mendapatkan perspektif baru melalui karakter vokal masing-masing bintang tamu.

Bagi Ungu, kolaborasi lintas generasi juga menjadi cara untuk memperlihatkan bahwa karya-karya mereka masih memiliki ruang untuk diterjemahkan oleh musisi dari generasi berbeda.

Pasha mengatakan pihaknya ingin menjaga energi pertunjukan sejak lagu pertama hingga lagu terakhir.

“Kami ingin menjaga setiap momen tetap hidup, dari lagu pertama sampai lagu terakhir, supaya mereka benar-benar merasakan perjalanan pertunjukan ini bersama kami,” ujar Pasha.

Konsep kolaborasi tersebut juga sejalan dengan perjalanan Ungu yang telah berlangsung selama tiga dekade. Band yang dibentuk di Jakarta pada 1996 itu telah melahirkan sejumlah lagu populer, di antaranya “Demi Waktu”, “Kekasih Gelapku”, dan “Tercipta Untukku”.

Sejumlah album juga menjadi bagian penting perjalanan mereka, termasuk “Melayang” (2005), “Surga-Mu” (2006), “Untukmu Selamanya” (2007), dan “Para Pencari-Mu” (2007).

Namun, konser Final Chapter tidak semata-mata diarahkan sebagai pertunjukan nostalgia.

Makki menegaskan Ungu ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda melalui eksplorasi musik dan konsep pertunjukan.

“Kami ingin melihat kembali musik UNGU dari perspektif yang berbeda dan memberikan sesuatu yang mungkin belum pernah dirasakan sebelumnya oleh para Cliquers,” kata Makki.

Enda menambahkan bahwa sejumlah lagu akan tetap dimainkan dalam karakter yang sudah dikenal publik. Namun, ada pula materi yang akan mendapatkan eksplorasi aransemen.

“Buat kami, tantangannya adalah menjaga identitas lagu-lagu UNGU sekaligus membuatnya terasa fresh,” ujar Enda.

Selain kolaborasi musik, Ungu juga menyiapkan sejumlah kejutan di atas panggung. Oncy menyebut beberapa bagian pertunjukan sengaja dirahasiakan agar penonton mendapatkan pengalaman berbeda ketika berada langsung di venue.

Konser tiga dekade Ungu tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi Cliquers dari berbagai generasi sekaligus menunjukkan bahwa musik Ungu masih dapat dinikmati dan diterjemahkan dalam berbagai warna. (san/*) #foto dok. ig@ungu_band

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.