Annisa Dalimunthe Persembahkan “Hari Istimewa” untuk Momen Manis Anak dan Keluarga

foto dok. annisa dalimunthe
foto dok. annisa dalimunthe

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Tumbuh sebagai anak diaspora Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, tidak menghalangi Annisa Dalimunthe untuk terus membawa identitas Indonesia melalui musik. Penyanyi cilik berusia 7 tahun itu kini memperkenalkan karya orisinal terbarunya, “Hari Istimewa”, yang dirilis pada 26 September lalu.

Single keempat Annisa tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan musiknya. Untuk pertama kalinya dalam karya orisinalnya, Annisa memasukkan bahasa Inggris pada bagian reff sebagai upaya membuka jembatan komunikasi dengan pendengar dari berbagai negara.

Bacaan Lainnya

Keputusan tersebut bukan berarti meninggalkan identitas Indonesia yang selama ini melekat pada perjalanan Annisa. Justru, penggunaan dua bahasa menjadi pendekatan untuk membuat pesan lagu lebih mudah diterima oleh audiens internasional.

“Aku senang bisa menyanyi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semoga teman-teman dari negara lain juga bisa ikut menikmati lagunya,” kata Annisa.

“Hari Istimewa” sendiri mengusung pesan universal mengenai kebahagiaan. Lagu tersebut berbicara tentang keluarga, persahabatan, merayakan kehidupan dan kesempatan untuk menikmati setiap momen yang berharga.

Dengan musik yang upbeat, festive, danceable dan teatrikal, Annisa ingin menghadirkan lagu yang tidak hanya menjadi soundtrack ulang tahun, tetapi juga dapat digunakan dalam berbagai perayaan bersama orang-orang terdekat.

“Semoga lagu ini bisa dipakai saat ulang tahun atau saat merayakan hari yang spesial bersama keluarga dan teman-teman,” ujarnya.

Dari sisi musikalitas, lagu ini turut melibatkan sejumlah profesional. Caturadi Septembrianto menangani penciptaan sekaligus produksi, Monty pada gitar, Hardi untuk proses rekaman di Art Sound Studio, serta Raja di Ruang Hampa Studio untuk mixing dan mastering.

Kehadiran “Hari Istimewa” juga memperkaya katalog musik Annisa yang sebelumnya berisi “Anugerah Terindah”, “Alhamdulillah (cover)” dan “Merah Putih Gemilang”. Keempat karya tersebut memperlihatkan eksplorasi warna musik yang beragam dengan benang merah berupa pesan-pesan positif.

Bagi Annisa, perjalanan bermusik sejak usia dini bukan semata-mata soal tampil di atas panggung. Ia juga ingin karya-karyanya dapat memberi pengalaman positif bagi anak-anak yang mendengarkannya.

“Saya ingin anak-anak bisa ikut bernyanyi, menari dan merasa bahagia ketika mendengar lagu ini,” ungkapnya.

Sebagai anak diaspora, langkah Annisa menghadirkan bahasa Inggris dalam lagu terbarunya menjadi bagian dari perjalanan memperkenalkan karya Indonesia ke lingkungan yang lebih luas. Dari Kuala Lumpur, suara kecil Annisa kini mencoba menjangkau pendengar lintas negara melalui musik yang sederhana namun penuh keceriaan. (san/*) #foto dok. annisa dalimunthe

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.