ASASORA FOOD Jual Lauk Kemasan Tahan 11 Bulan, Paru Sapi Balado Jadi Favorit

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID –Berawal dari hobi memasak setelah meninggalkan dunia media yang digeluti selama 11 tahun, Dina Fatrian merintis ASASORA FOOD, usaha kuliner dari Buaran Indah, Kota Tangerang, yang kini dikenal lewat lauk kemasan siap saji yang awet hingga 11 bulan.

Usaha tersebut dirintis pada awal 2019, tak lama setelah Dina memutuskan resign. Ia mengaku memulai tanpa banyak pengetahuan tentang seluk-beluk dunia kuliner.

Bacaan Lainnya

“Resign dari dunia media tidak membuat saya berhenti berkreasi. Justru dari hobi memasak dan kuliner inilah usaha kami lahir,” kata Dina saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin 19 Oktober 2026.

Dari Katering Rumahan hingga Pesanan Ratusan Porsi

ASASORA FOOD awalnya melayani katering rumahan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari acara, konsumsi kantor, hingga perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.

ASASORA FOOD Tangerang Jual Lauk Kemasan Tahan 11 Bulan, Paru Sapi Balado Jadi Favorit
ASASORA FOOD Tangerang Jual Lauk Kemasan Tahan 11 Bulan, Paru Sapi Balado Jadi Favorit

Seiring waktu, pesanan yang semula hanya puluhan porsi meningkat menjadi ratusan. Untuk mengimbanginya, Dina merekrut tiga tenaga kerja dari lingkungan sekitar yang membantu di bagian produksi dapur.

Sebagian besar adalah ibu-ibu yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap.
Selain urusan dapur, Dina belajar banyak hal yang tidak ia temui saat bekerja di belakang meja, seperti perizinan, pemasaran, dan pengembangan usaha.

Inovasi Lauk Kemasan

Untuk menjangkau pelanggan di luar kota, ASASORA FOOD berinovasi dengan menghadirkan lauk kemasan.

Produk ini ditujukan bagi konsumen yang tetap ingin menikmati lauk rumahan di tengah kesibukan, dengan kemasan yang praktis dibawa dan mudah disajikan.

BACA JUGA  : Fitur CUAN DP3AP2KB Kota Tangerang Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Varian paling diminati adalah paru sapi balado kemasan 200 gram seharga Rp40 ribu per buah. Varian favorit lainnya adalah jengkol balado dan oseng cumi.

Menurut Dina, lauk kemasan tersebut dapat bertahan hingga 11 bulan. Masa kedaluwarsa itu, kata dia, telah dibuktikan melalui uji laboratorium dan dicapai berkat proses sterilisasi yang dilalui produk.

“Kami ingin menjawab kebutuhan pelanggan yang saat ini tidak punya banyak waktu untuk menyajikan lauk rumahan,” ujar perempuan yang pernah bekerja di Jawa Pos TV ini.

Dipasarkan secara Daring

Produk ASASORA FOOD dipasarkan melalui sejumlah kanal daring, yakni marketplace (Shopee dan TikTok), WhatsApp Business, serta situs web milik sendiri. Instagram digunakan untuk membangun citra merek.

Peserta Program 500 Brand Go Global
Dina menambahkan, ASASORA FOOD menjadi salah satu peserta program 500 Brand Go Global dari Kementerian Perdagangan. Meski tidak mengikuti pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 secara langsung, ia hadir di lokasi acara di Hall 1 ICE BSD untuk mengikuti kegiatan program tersebut.

Dengan dukungan program itu, ia berharap produknya dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.