Awas! Sampah Anorganik Bisa Jadi Pemicu Kebakaran

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID— Musim kemarau membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengingatkan warga agar tidak membuang sampah anorganik sembarangan. Tumpukan kardus dan kertas yang berada di lokasi terbuka dinilai dapat menjadi bahan yang mudah menyulut api.

Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana, mengatakan masyarakat sebenarnya tidak perlu membakar sampah untuk mengurangi tumpukan di rumah.

Bacaan Lainnya

Sampah seperti botol plastik, kardus, kertas dan kaleng masih dapat dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah.

“Sampah anorganik tersebut memiliki nilai ekonomis. Salurkan ke bank sampah terdekat. Jika dibuang sembarang pada musim kemarau ini, bisa menyulut kebakaran khususnya kardus dan kertas,” kata Yudi,  Ahad, 27 September 2026.

Sampah Bisa Menghasilkan Uang

Menurut Yudi, pemilahan sampah dari rumah bukan hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga bisa memberikan keuntungan secara ekonomi. Hal itu terlihat dari aktivitas Bank Sampah Darling di Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug.

Selama lima tahun, bank sampah tersebut tercatat telah mengelola 161.794 kilogram atau sekitar 161,7 ton sampah anorganik. Dari pengelolaan tersebut, nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp464,7 juta.

“Pada 2025 saja, sampah yang dikelola mencapai 50.897 kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp134,2 juta,” katanya.

Potensi serupa juga terlihat di Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah. Setiap pekan, sekitar 300 hingga 400 kilogram sampah rumah tangga berhasil dikumpulkan untuk dikelola.

Dalam sebulan, aktivitas tersebut mampu mengurangi sekitar 4,7 ton sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing. Jenis sampah yang dikumpulkan meliputi plastik, kertas, kardus hingga minyak jelantah.

Target Bank Sampah di Setiap RW

Untuk memperluas pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan, Pemkot Tangerang menargetkan pembentukan bank sampah di seluruh RW sepanjang 2026. Program tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang bergerak dari lingkungan menuju kelurahan, kecamatan hingga TPA Rawa Kucing.

“Pada 2026, Pemkot Tangerang menargetkan pembentukan bank sampah di seluruh RW untuk membantu mengurangi sampah yang masuk ke tingkat kelurahan, kecamatan hingga TPA Rawa Kucing,” ujar Yudi.

Saat ini, DLH Kota Tangerang mencatat terdapat 362 bank sampah yang tersebar di wilayah Kota Tangerang. Selain itu, tersedia delapan TPS3R dan empat Intermediate Treatment Facility (ITF) sebagai fasilitas pendukung pengelolaan sampah.

Warga yang memiliki sampah anorganik maupun minyak jelantah juga bisa memanfaatkan layanan Jemput Sampah milik DLH Kota Tangerang. Pengajuan penjemputan dapat dilakukan melalui nomor layanan 0811-1631-1631.

Pembakaran Sampah Bukan Solusi

DLH mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pembakaran terbuka sebagai cara untuk mengatasi sampah rumah tangga. Selain meningkatkan risiko kebakaran saat kondisi kering, asap pembakaran juga dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan.

“Program tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah,” kata Yudi.

Pemkot Tangerang juga mengembangkan sejumlah metode pengelolaan sampah lainnya. Di antaranya melalui TPS3R, RDF, biokonversi maggot, pengolahan sampah organik dan program Sedekah Sampah.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.