Hobi Bulutangkis Sejak 1997, Duta Mas Badminton Gelar Reuni setelah Lama Vakum

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID– Belasan pehobi bulutangkis yang tergabung dalam Duta Mas Badminton kembali berkumpul di Gelanggang Olahraga Duta Mas Club, Pesing, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). Reuni ini menjadi momen bagi para anggota untuk kembali mengayunkan raket sekaligus mengenang persahabatan yang terjalin sejak tahun 1997.

Salah satu pemain senior sekaligus saksi awal perjalanan perkumpulan tersebut, S. Rahardja, menuturkan, kegiatan bermain bulutangkis itu bermula pada 1997, ketika Duta Mas Sport Center baru beroperasi.

Bacaan Lainnya

“Saat itu, kami menyewa rumah untuk di jadikan kantor yang lokasinya berhadapan dengan pusat olahraga tersebut. Seusai jam kerja, beberapa staf berinisiatif mengisi waktu sore dengan berolahraga dan menyewa satu lapangan bulutangkis, ” ujar Rahardja.

Beberapa orang yang merintis kegiatan itu antara lain Wawan, Yayang, Emiadi, Hendradi, Chen Fu, Kartono, dan Mardi. Awalnya, bermain untuk menyalurkan hobi sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

“Awalnya, kami hanya beberapa orang yang bermain,” ujar Rahardja.

Seiring waktu, jumlah pemain bertambah. Roy Kristianto, Christian, Soetoyo, Herry (almarhum), Jimmy, Wen Li, dan Rudy Kurniawan kemudian bergabung.

Setelah itu, anggota lain seperti Iwan, Witjong, Ayung, Acong, Imelda, Hindra, Maman (almarhum), dan Henri turut meramaikan perkumpulan tersebut.

Bahkan, Hadiyanto, kawan Rudy Kurniawan yang merupakan pemain tunggal nasional era 80an, sesekali ikut bermain bersama.

Ketika masih aktif, para anggota rutin bermain dua kali seminggu, yakni setiap Selasa dan Kamis, pukul 17.00-19.00 WIB.

Selain menjadi sarana berolahraga, pertemuan rutin itu juga mempererat hubungan antarpemain di tengah kesibukan masing-masing.

Namun, kebersamaan di lapangan itu sempat terhenti sekitar 2018. Kesibukan pekerjaan, bertambahnya usia, serta kondisi kesehatan membuat sejumlah anggota tak lagi leluasa bermain secara rutin.

Karena itu, Rahardja menambahkan, reuni kali ini menjadi kesempatan berharga untuk kembali bertemu dan bermain bersama setelah sekian lama terpisah oleh aktivitas masing-masing.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa berkumpul dan bermain kembali,” kata Rahardja.

Sementara, pemain senior lainnya, Rudy Kurniawan, menyambut gembira pertemuan tersebut. Menurut dia, bulutangkis bukan semata-mata tentang meraih kemenangan, melainkan juga menjaga kesehatan dan mempertahankan persahabatan.

“Kami bermain karena hobi dan untuk menjaga kesehatan. Tentu bangga kalau bisa memenangkan pertandingan, tetapi yang utama adalah bisa tetap bermain dan berkumpul bersama,” tutur Rudy.

Bagi Rudy dan rekan-rekannya, reuni ini menjadi pengingat bahwa olahraga dapat menyatukan orang-orang lintas usia dan menjaga hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Kembali ke lapangan, bagi kami, bukan sekadar soal memukul kok atau memenangkan pertandingan.

“Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali hobi lama sekaligus merawat persahabatan yang bermula dari pertemuan sederhana seusai jam kerja,” tutupnya

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.