TANGSEL, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menutup ruas Jalan Merpati Raya segmen POM Bensin Shell hingga Bintaro Hill, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, mulai Kamis 22 Oktober 2026, sampai rekonstruksi Jembatan Merpati Raya rampung. Pengendara diimbau memakai jalur alternatif selama penutupan berlangsung.
Rekonstruksi jembatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel Robbi Cahyadi mengatakan rekonstruksi diperlukan untuk memulihkan struktur jembatan yang rusak, khususnya pada bagian penyangga ujung atau abutment.
“Kerusakan pada abutment atau struktur penyangga ujung Jembatan Merpati Raya perlu ditangani melalui rekonstruksi agar fungsi dan keamanan jembatan dapat dipulihkan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut,” kata Robbi dalam keterangannya di Tangsel, Senin.
Ia menjelaskan, kerusakan penyangga terjadi sekitar Oktober 2025 akibat gerusan aliran sungai. Setelah penanganan sementara dan evaluasi teknis, jembatan dinilai harus direkonstruksi dengan target selesai pada Desember 2026.
Menurut Robbi, penutupan jalan dilakukan karena lokasi jembatan berada di jalur dengan aktivitas kendaraan tinggi. Pembatasan akses selama konstruksi dibutuhkan untuk memberi ruang kerja bagi pelaksana dan mengurangi risiko kecelakaan bagi pekerja maupun pengguna jalan.
“Kami memahami bahwa penutupan Jalan Merpati Raya akan berdampak pada perjalanan warga, termasuk masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Namun, penutupan selama konstruksi diperlukan untuk memberikan ruang kerja bagi pelaksana, serta mengurangi risiko bagi pengguna jalan dan pekerja,” ujarnya.
Selama rekonstruksi, pengendara dapat melintasi enam jalur alternatif, yakni Jalan Boulevard UPJ, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Aria Putra, Jalan Suka Damai (Eyang Agung), Jalan Suka Bakti, dan Jalan Murai. Pengendara diminta menyesuaikan rute dengan tujuan perjalanan dan mengikuti pengaturan lalu lintas yang berlaku.
Untuk mengantisipasi gangguan mobilitas, DSDABMBK akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian dalam menyiapkan rekayasa lalu lintas serta pengaturan jalur alternatif. Rambu dan pemberitahuan penutupan jalan juga akan dipasang pada titik yang ditetapkan instansi terkait.
Pemkot Tangsel juga menyosialisasikan penutupan jalan kepada masyarakat dan pihak yang berpotensi terdampak, termasuk sekolah, rumah sakit, dan pelaku usaha di sekitar lokasi, agar mereka dapat menyesuaikan rute, waktu perjalanan, maupun aktivitas sehari-hari.
Informasi terbaru mengenai rekonstruksi dan penutupan jalan akan disampaikan melalui akun media sosial resmi DSDABMBK Kota Tangsel, @dsdabmbk. Warga diimbau memantau informasi tersebut sebelum bepergian dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Pemkot Tangsel berharap masyarakat mendukung agar rekonstruksi berjalan tertib dan aman hingga selesai. Meski penutupan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara, pekerjaan ini dilakukan untuk menangani kerusakan struktur jembatan dan menjaga keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.








