KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dalam diskusi kasus tuberkulosis di Kota Tangerang, dr. Sarah Manurung, Penanggung Jawab Program TB di Puskesmas Tanah Tinggi, mengungkapkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Kota Tangerang telah menjadi salah satu tempat penyebaran kasus tuberkulosis (TB). Upaya skrining telah dilakukan di berbagai Lapas, menghasilkan temuan yang mengkhawatirkan.
Menurut dr. Sarah, “Untuk temuan kasus di Lapas, persentasenya mencapai 1,77 persen, sementara terduga TB di Lapas mencapai 7,38 persen.” Hasil skrining menunjukkan bahwa banyak warga Lapas menjadi terduga TB atau kasus TB.
Temuan ini terutama terjadi di Lapas Pemuda dan Kelas I, yang menjadi pusat penyebaran terbesar, meski ia tidak mengetahui persis angkanya. Namun, dr. Sarah menegaskan bahwa semua Lapas di Kota Tangerang telah menjalani proses skrining.
Ia menjelaskan penyebabnya, “Karena berkumpul dalam satu tempat, misalnya warga binaan awalnya hanya mengalami batuk ringan, namun mungkin terlewatkan atau mungkin sedang dalam pengobatan. Kapasitas yang lebih padat di Lapas berpotensi menjadi sumber penularan yang signifikan.” Rabu 1 November 2023.
Kasus TB di Lapas menjadi perhatian serius, dan langkah-langkah penanggulangan yang efektif akan diperlukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini di lingkungan tersebut.
BACA JUGA :









