LEBANON, LENSABANTEN.CO.ID – Kelompok perlawanan Islam, Hizbullah, melaporkan keberhasilannya dalam mengadang laju penetrasi militer Israel (IDF) di sejumlah kota strategis di Kegubernuran Nabatiyeh, Lebanon Selatan
Pertempuran sengit yang pecah sejak Selasa pagi tersebut mengakibatkan pasukan penjajah gagal menguasai wilayah target dan terpaksa tertahan di kawasan pinggiran kota
Berdasarkan laporan resmi Hizbullah, melansir Republika.co.id Ahad 31 Mei 2026 titik-titik pertempuran utama mencakup wilayah Zawtar al-Sharqiyah, Yohmor al-Shaqif, dan Dibbine
Dalam operasi pertahanan ini, para pejuang menggunakan strategi operasi berlapis yang melibatkan berbagai persenjataan canggih, mulai dari rudal pandu antitank (ATGM), drone FPV tipe Ababil, hingga tembakan artileri
Di kota Dibbine, pasukan Hizbullah dilaporkan berhasil menjebak tentara Israel dalam sebuah penyergapan langsung yang mematikan.
Selain itu, serangan bom rakitan (IED) juga diledakkan untuk menyasar iring-iringan kendaraan lapis baja Israel di pinggiran timur al-Ghandouriyeh, Distrik Bint Jbeil
Operasi ini diklaim telah menghancurkan sejumlah kendaraan tempur dan menimbulkan kerugian besar di pihak militer Israel
Sebagai respons atas terjebaknya pasukan mereka, militer Israel dilaporkan melakukan pemboman intensif di area sekitar untuk mengamankan proses penarikan mundur pasukan yang terkepung
Sementara itu, di sisi lain perbatasan, Hizbullah melancarkan serangan balik dengan melepaskan dua gelombang roket terpisah yang menyasar Kiryat Shmona
Serangan ini memicu raungan sirine peringatan di seluruh wilayah utara Israel, menandakan eskalasi konflik yang terus memanas di perbatasan kedua negara









