Nabila Taqiyah Sulap Permainan Masa Kecil Jadi Kisah Cinta Penuh Luka di “Tak Semudah Hompimpa”

foto dok. ig@nabilataqiyyah
foto dok. ig@nabilataqiyyah

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Sebuah permainan yang akrab dengan masa kanak-kanak ternyata bisa berubah menjadi metafora kisah cinta yang penuh luka. Hal tersebut menjadi konsep menarik yang dihadirkan Nabila Taqiyah melalui single terbarunya, “Tak Semudah Hompimpa.”

Lagu berwarna pop ballad tersebut memadukan nuansa emosional dengan cerita tentang seseorang yang terus menunggu, bahkan ketika hubungan yang dijalani perlahan kehilangan kehangatan.

Bacaan Lainnya

Pemilihan kata “hompimpa” terasa unik karena permainan tersebut identik dengan suasana riang dan kebersamaan. Namun dalam karya Nabila, permainan itu justru menjadi simbol dari harapan yang terus diulang.

Seseorang dalam lagu tersebut seperti sedang menghitung untuk memastikan orang yang dicintainya akan kembali muncul. Tetapi waktu terus berjalan tanpa jawaban yang diharapkan.

“Lalu ku hitung satu sampai tiga, tapi mengapa kau tak muncul juga? Kau di mana?” menjadi penggalan yang merepresentasikan perubahan tersebut.

Nabila menghadirkan hitungan sederhana sebagai simbol penantian. Jika dalam permainan hitungan menjadi awal keseruan, dalam lagu ini hitungan justru menjadi penanda bahwa waktu telah berjalan terlalu jauh.

Cerita yang dibangun pun terasa dekat dengan realitas hubungan modern. Tidak ada ledakan konflik atau kata-kata perpisahan yang tegas. Hubungan justru memudar melalui pesan yang semakin pendek, percakapan yang kehilangan energi, serta tawa yang perlahan hilang dari sambungan telepon.

Kondisi tersebut membuat “Tak Semudah Hompimpa” memiliki kesan patah hati yang lebih tenang. Kesedihan tidak ditampilkan melalui amarah, melainkan melalui keheningan dan kesadaran bahwa seseorang yang dulu begitu dekat kini terasa jauh.

Melalui karya ini, Nabila juga menunjukkan kreativitas dalam memilih sudut cerita. Permainan masa kecil yang sederhana diolah menjadi sebuah simbol emosional mengenai cinta yang tidak lagi memiliki kepastian.

Alih-alih sekadar berbicara tentang seseorang yang pergi, lagu ini menggambarkan fase ketika seseorang masih bertahan karena belum siap menerima kenyataan bahwa dirinya mungkin sudah tidak lagi dicari.

“Tak Semudah Hompimpa” akhirnya menjadi perjalanan emosional tentang penantian, kehilangan dan proses menerima. Sebuah cerita yang sederhana, tetapi menyimpan lapisan perasaan yang bisa dirasakan siapa pun yang pernah menunggu seseorang tanpa kepastian. (san/*) #foto dok. ig@nabilataqiyyah

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.