Tak Menyangka Jadi Juara, Hirvan Menang Lomba Foto Kirab Budaya 2026

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Lomba fotografi dalam rangkaian Kirab Budaya & Ruwat Bumi 2026 yang diselenggarakan vihara Dhamma Budhi Bhakti dengan Lensabanten melahirkan tiga pemenang. Juara pertama diraih Hirvan Wijaya, warga Pasar Kemis, Tangerang, yang mengaku tidak menyangka bisa menjadi pemenang.

Penyerahan hadiah dilakukan kepada juara pertama atas nama Hirvan Wijaya, kedua atas Ukon Furqon Sukanda dan ketiga Ari Rahmat. Masing-masing pemenang mendapatkan uang tunai dan piagam penghargaan.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana, Fiter Lie, mengatakan lomba fotografi tersebut digelar oleh Vihara Tjie Thien Ta Sen Bio, Kota Tangerang, untuk mengabadikan rangkaian kegiatan budaya yang berlangsung.

“Kegiatan hari ini kita menyerahkan hadiah untuk juara 1, juara 2 dan juara 3. Hadiahnya piagam dan uang,” kata Fiter, Senin, 5 Oktober 2026.

Digelar Tujuh Tahun Sekali

Fiter menjelaskan, Kirab Budaya yang digelar kali ini merupakan kirab keempat. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung setiap tujuh tahun sekali.

“Ini kirap yang keempat, kemudian kirap kelima nanti di 2033,” ujarnya.

Menurut Fiter, kegiatan berikutnya akan dibuat lebih besar, terutama saat memasuki momentum ulang tahun ke-50. Ia memastikan lomba fotografi juga akan kembali digelar.

“Pasti dilaksanakan lagi,” katanya.

Cari Bibit Fotografer Tangerang Raya

Fiter mengatakan lomba fotografi ini juga menjadi salah satu cara untuk mencari bibit fotografer baru di wilayah Tangerang Raya. Peserta diharapkan bisa mengabadikan budaya Tionghoa sekaligus budaya lokal yang ada di masyarakat.

“Kita mencari bibit-bibit fotografi untuk di daerah Tangerang Raya,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut ke depan bisa berjalan lebih baik dan lebih terstruktur. Selain itu, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Foto Warga Ikut Menikmati Kirab

Sementara itu, Hirvan mengaku senang setelah namanya diumumkan sebagai juara pertama. Ia juga tidak menyangka bisa memenangkan lomba yang digelar dalam momentum kirab yang hanya berlangsung tujuh tahun sekali.

“Perasaannya mungkin senang, karena enggak nyangka juga. Ini event-nya tujuh tahun sekali,” kata Hirvan.

Hirvan sendiri mengikuti lomba karena memang memiliki hobi fotografi. Ia biasa membawa kamera ketika pergi berlibur atau sedang bepergian.

“Lebih ke hobi sih. Ke mana, misalnya liburan atau apa, bawa kamera,” ujarnya.

Foto yang mengantarkan Hirvan menjadi juara diambil saat seseorang sedang membawa Tepekong dalam prosesi kirab. Saat itu, ia melihat seorang warga ikut mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon seluler.

Menurut Hirvan, momen tersebut memiliki makna karena menunjukkan masyarakat ikut menikmati kegiatan budaya yang sedang berlangsung.

“Konsep dari situ adalah kegiatan itu dinikmati juga oleh semua orang,” jelasnya.

Berharap Pelajar dan Mahasiswa Ikut

Hirvan menilai pelaksanaan lomba sudah berjalan dengan baik. Ia juga tidak memiliki kritik khusus karena proses penjurian dilakukan oleh para juri yang dinilai kompeten dan berpengalaman.

“Enggak ada, semua sudah bagus. Penilaiannya juga berdasarkan para juri yang sangat kompeten dan berpengalaman,” katanya.

Ia berharap lomba fotografi berikutnya bisa lebih banyak melibatkan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi kesempatan bagi anak muda untuk mengenal fotografi sekaligus budaya.

“Mungkin lebih mengundang para mahasiswa atau anak-anak sekolah untuk ikut lomba foto,” harapnya.

Dalam lomba tersebut, Hirvan sebagai juara pertama mendapat uang tunai Rp1,5 juta dan piagam. Juara kedua mendapat Rp1 juta dan piagam, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp500 ribu dan piagam.

Foto : Foto para pemenang lomba foto usai menerima hadiah, juara III penerima simbolik. Foto : Lensabanten

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.