TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Kementerian Agama terus meneguhkan komitmen menjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat pemahaman moderasi beragama untuk mencegah sikap ekstrem yang berpotensi mengganggu persatuan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dalam rangkaian Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema Implementasi Moderasi Beragama itu digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang di Vihara Boen San Bio, Pasar Baru, pada Senin, 19 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sachrudin menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai pilar utama keharmonisan sosial. Menurutnya, nilai tersebut menjadi perekat persatuan di Kota Tangerang yang dikenal memiliki keberagaman latar belakang masyarakat.
“Sebagai warga Kota Tangerang, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda untuk terus menumbuhkan budaya toleransi dan saling menghormati,” imbau Sachrudin di hadapan para tokoh lintas agama.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama. Pada kesempatan itu, Sachrudin mengingatkan masyarakat agar tidak salah menafsirkan makna moderasi beragama.
“Moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan. Justru sebaliknya, keyakinan yang kuat akan melahirkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan merawat keharmonisan dalam keberagaman,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Wali Kota Sachrudin menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan kuatnya semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kota Tangerang.
“Saya mengucapkan selamat Hari Amal Bakti ke-80 dan terima kasih kepada jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen moderasi beragama yang terus terjaga, sekaligus memperkuat toleransi, kebersamaan, dan semangat membangun Kota Tangerang,” pungkas Sachrudin.









