JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Empat dekade lebih setelah pertama kali dipopulerkan Chrisye, lagu “Sendiri” karya Guruh Sukarnoputra kembali menemukan kehidupannya dalam versi baru yang digarap oleh Addie MS.
Dirilis pada 2026, versi terbaru ini tidak hanya menawarkan penyegaran tata suara, tetapi juga membawa misi lebih luas: menjaga karya monumental musik Indonesia agar tetap dapat dinikmati lintas generasi.
Bagi Musica Studio’s, karya-karya Guruh Sukarnoputra memiliki karakter artistik yang kuat. Karena itu, proses menghadirkan kembali “Sendiri” tidak dilakukan secara sembarangan.
Produser Musica Studio’s, Indrawati Widjaja atau Bu Acin, menegaskan bahwa karya Guruh selalu memiliki nilai estetika yang membuatnya layak mendapatkan perhatian khusus.
“Buat saya karyanya Mas Guruh tuh semuanya kalau boleh dibilang sangat luar biasa. Dan jadi kita garapnya serius deh kalau kita mau ngedarin kembali,” kata Bu Acin.
Hubungan antara Guruh, Chrisye dan Musica Studio’s sendiri telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Dalam proses pemilihan penyanyi, Guruh dan pihak Musica kerap berdiskusi untuk menemukan karakter vokal yang paling tepat bagi sebuah lagu.
“Mas Guruh misalnya ada lagu yang bagus cocok buat siapa juga kita selalu berdiskusi. ‘Wah ini kelihatannya cocok banget nih kalau buat Chrisye,’” kenangnya.
Kolaborasi tersebut kemudian melahirkan sejumlah karya yang menjadi bagian dari perjalanan penting musik Indonesia, termasuk “Sendiri” yang pertama kali dipopulerkan Chrisye pada 1984.
Empat puluh dua tahun kemudian, Addie MS kembali membuka lembaran tersebut. Keputusan itu berawal dari rasa tidak puas yang telah lama tersimpan terhadap keseimbangan suara pada versi lama.
Addie merasa permainan piano yang ia bawakan ketika itu terlalu dominan.
“Piano saya itu yang mengiringi itu menurut saya kekerasan. Terlalu keras, terlalu ganggu vokal,” ujarnya.
Ia kemudian mengutarakan keresahan tersebut kepada Teddy Riadi. Dari sinilah proses peminjaman master rekaman dimulai hingga akhirnya Addie dapat mengolah kembali materi audio tersebut.
Proses pengerjaan dilakukan secara personal di rumah. Addie menata kembali materi tersebut dengan pendekatan yang menurutnya lebih mampu memberikan ruang kepada karakter vokal Chrisye.
“Saya merasa dosa sama almarhum Chrisye. Sebelum saya mati nih saya mesti benerin ini,” tuturnya.
Musica kemudian mengambil langkah lebih jauh dengan merancang perilisan resmi, termasuk pembuatan video musik. Langkah tersebut membuat versi 2026 “Sendiri” tidak berhenti sebagai proyek personal Addie, tetapi berkembang menjadi bagian dari upaya merawat warisan musik Indonesia.
Kehadiran kembali lagu tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karya klasik tidak selalu harus dibiarkan berada dalam bentuk yang sama selamanya. Dengan penanganan yang tepat, sebuah karya lama dapat diperkenalkan kembali tanpa kehilangan ruh aslinya.
“Sendiri” versi 2026 pun menjadi sebuah jembatan antara generasi. Suara Chrisye dari masa lalu bertemu dengan sentuhan artistik Addie MS di masa kini, sementara karya Guruh Sukarnoputra kembali mendapatkan ruang untuk didengar oleh generasi baru. (san/*) #foto dok. ig@musicaklasik








