Sungai Cisadane Didorong Jadi Magnet Wisata Perkotaan

Perlombaan Dayung pada acara Festival Cisadane

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Upaya menjadikan kawasan Sungai Cisadane sebagai destinasi unggulan terus diperkuat. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi lintas sektor untuk pengembangan kawasan tersebut.

Komitmen itu disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, pada Senin, 13 April 2026. Ia menilai pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri dan harus melibatkan banyak pihak.

Bacaan Lainnya

“Kementerian Pariwisata sebagai leading sector akan memastikan terjalinnya sinergi dan kolaborasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Lingkungan Hidup, agar pengembangan kawasan wisata dapat berjalan optimal,” ujar Hariyanto.

Hariyanto menilai Sungai Cisadane memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata perkotaan. Namun, potensi itu harus ditopang oleh penguatan berbagai aspek utama.

Ia menyebut amenitas, aksesibilitas, dan atraksi wisata sebagai tiga faktor penting dalam pengembangan kawasan. Ketiganya harus terintegrasi agar mampu menarik wisatawan secara maksimal.

“Kota Tangerang jangan hanya menjadi kota transit. Kita harus memastikan wisatawan datang, tinggal lebih lama, dan berbelanja di sini,” katanya.

Penguatan atraksi wisata berbasis sungai dinilai dapat menjadi daya tarik utama. Festival budaya, wisata air, dan event tematik bisa menjadi pintu masuk peningkatan kunjungan.

“Koordinasi menjadi kunci. Penataan sungai tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu dukungan berbagai kementerian agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” ujar Hariyanto.

Pengawasan DPR dan Potensi Strategis Daerah

Kunjungan Komisi VII DPR RI dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap kebijakan pariwisata. Penataan Sungai Cisadane menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan tersebut.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, menilai Kota Tangerang memiliki posisi strategis. Ia menyebut daerah ini berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi melalui sektor pariwisata.

“Kota Tangerang ini sangat strategis. Jangan sampai hanya menjadi wilayah penyangga tanpa merasakan dampak pembangunan. Pariwisata bisa menjadi salah satu sektor unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata,” kata Siti.

Menurutnya, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan ekosistem dinilai penting agar hasilnya berkelanjutan.

“Penataan Cisadane harus dilakukan secara masif dan terkoordinasi lintas sektor. Tidak bisa berjalan sendiri, harus ada sinergi antara pemerintah daerah dengan kementerian terkait, termasuk PUPR dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Pemkot Tangerang Siap Perkuat Kolaborasi

Pemkot Tangerang menyatakan siap menindaklanjuti dorongan tersebut. Kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk memaksimalkan potensi daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan pengembangan wisata juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Ia menilai sektor ini bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

“Dengan dukungan sinergi lintas kementerian dan komitmen pemerintah daerah, pengembangan wisata Sungai Cisadane diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi serta memperkuat daya saing Kota Tangerang sebagai destinasi wisata perkotaan,” katanya.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyebut dukungan pemerintah pusat dan DPR RI sebagai momentum penting. Ia memastikan pengembangan pariwisata akan terus dioptimalkan.

“Dengan adanya dorongan dari pemerintah pusat dan DPR RI, diharapkan pengembangan pariwisata di Kota Tangerang dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Sachrudin.

Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya berdampak pada ekonomi. Sektor ini juga berperan dalam pelestarian budaya daerah.

“Pengembangan pariwisata yang terencana dan berkelanjutan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Infrastruktur dan Daya Tarik Wisata Terus Dikuatkan

Kota Tangerang memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas. Lokasinya dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta dan didukung jaringan jalan yang memadai.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti hotel dan restoran terus berkembang. Hal ini menjadi modal penting dalam menarik wisatawan.

Pemerintah kota juga mengembangkan wisata berbasis perkotaan. Wisata kuliner, belanja, dan event budaya menjadi fokus utama.

Salah satu yang diunggulkan adalah Festival Cisadane. Event ini telah masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara dan Seven Wonders of Banten.

“Ke depan, kualitas penyelenggaraan, promosi, dan dukungan infrastruktur perlu terus ditingkatkan agar dampaknya terhadap ekonomi lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.

Jumlah kunjungan wisatawan menunjukkan tren peningkatan. Hal ini turut berdampak pada naiknya Pendapatan Asli Daerah.

Pemkot Tangerang juga mengembangkan konsep “Tangerang LIVE”. Konsep ini menekankan kota layak huni, investasi, dan dikunjungi.

Berbagai destinasi terus ditata untuk menarik wisatawan. Taman kota, kawasan heritage, hingga pusat kuliner menjadi daya tarik utama.

Pengembangan sport tourism dan wisata belanja juga mulai digencarkan. Fasilitas olahraga dan pusat perbelanjaan menjadi nilai tambah.

Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi pemerintah daerah. Mulai dari pengelolaan hingga promosi masih perlu ditingkatkan.

“Kami siap berkolaborasi dan menyelaraskan kebijakan pusat untuk pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan PAD,” ujarnya.

Pengembangan Sungai Cisadane membutuhkan kerja sama semua pihak agar berjalan optimal. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan.

“Kita tidak bisa membangun kota ini sendiri. Butuh kebersamaan semua pihak.” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.