KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dua tokoh perfilman tanah air yaitu Sutradara Imam Tantowi dan aktor Fendi Pradana bertemu sambil mengenang film kolosal ‘Saur Sepuh’ yang melibatkan keduanya.
Pertemuan di kawasan Kota Tangerang ini dipenuhi dengan nostalgia, mengingat kembali perjalanan pembuatan film yang diadaptasi dari sandiwara radio fenomenal tersebut, yang berlatar belakang kerajaan Majapahit.
Imam Tantowi berbagi cerita mengenai tantangan yang dihadapi selama produksi. “Mengelola ribuan pemain dan biaya produksi yang mencapai satu setengah miliar adalah sebuah tantangan besar. Meski film ini mendapatkan sambutan luar biasa dari penonton saat tayang, keuntungan yang kami raih tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan”, kata Imam Tantowi.
Sementara itu, Fendi Pradana, yang dikenal luas sebagai Brama Kumbara, juga mencurahkan perasaannya. Ia menceritakan bagaimana perannya dalam ‘Saur Sepuh’ sangat melekat dalam ingatannya, bahkan di luar negeri. “Tawaran peran dalam film ini datang tanpa casting, menjadikannya film pertama yang saya bintangi. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari karya yang begitu ikonik,” ujarnya.
Film ‘Saur Sepuh: Satria Madangkara’ tak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga berhasil meraih penghargaan Piala Citra untuk Penyunting Film Terbaik di Festival Film Indonesia 1988.
Karya ini kini dikenang sebagai salah satu tonggak sejarah dalam perfilman Tanah Air, dan pertemuan ini menjadi momen berharga bagi para penggemar dan pelaku seni untuk mengenang kembali keajaiban yang dihadirkan oleh film tersebut. (san/*) #foto: dok. tebe









