LENSABANTEN.CO.ID — Perhutani BKPH Lawu Selatan telah melakukan klarifikasi terkait viralnya penampakan sekelompok orang berpakaian putih yang tengah melakukan ritual di puncak Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengungkapkan bahwa sekitar 100 peserta terlibat dalam ritual tersebut pada hari Jumat 11 Juli 2025. Mereka berasal dari Sumber Banggi, Kabupaten Purwodadi.
Mulyadi menegaskan bahwa kelompok ini bukan bagian dari aliran sesat. Menurut perwakilan kelompok, kegiatan itu dilakukan menjelang salat Jumat.
“Mereka merupakan anggota Nahdlatul Ulama dan rutin mengadakan ritual di puncak Gunung Lawu setiap tahun untuk ziarah dan menghormati Sunan Gunung Lawu,” kata Mulyadi. Ia menambahkan bahwa bacaan yang diucapkan selama ritual tetap sesuai dengan ajaran Islam.
Ritual ini telah berlangsung sebanyak 14 kali di Gunung Lawu, dilaksanakan setelah tanggal 11 Suro. Para peserta mengenakan pakaian yang mirip dengan baju salat, seperti jubah putih, sorban, dan mukena bagi wanita.
Mereka mulai mendaki pada hari Kamis pagi dan berkemah di puncak, sebelum melaksanakan acara tersebut menjelang salat Jumat. Dengan demikian, peserta berganti pakaian di puncak Lawu dan tidak mengenakan pakaian putih saat pendakian.









