7 Oleh-Oleh Khas Banten yang Wajib Masuk Koper Setelah Liburan

7 Oleh-Oleh Khas Banten yang Wajib Masuk Koper Setelah Liburan
7 Oleh-Oleh Khas Banten yang Wajib Masuk Koper Setelah Liburan

Liburan ke Banten, entah ke pantai Anyer, Tanjung Lesung, atau sekadar singgah di Serang, rasanya belum lengkap kalau pulang dengan tangan kosong. Provinsi di ujung barat Pulau Jawa ini punya keindahan alam, budaya, dan kuliner khas yang cocok dijadikan oleh-oleh. Berikut pilihan yang paling sering direkomendasikan.

1. Sate Bandeng: Sang Ikon

Hampir semua daftar menempatkannya di urutan pertama. Ikan bandeng diolah hingga tulangnya dihilangkan, dicampur bumbu khas, lalu dibakar, sehingga teksturnya lembut dengan rasa manis gurih. Sejarahnya pun menarik: hidangan ini disebut berawal dari makanan favorit keluarga Kesultanan Banten sejak abad ke-16. Karena kemasannya ringkas, sate bandeng praktis dibawa dan tidak memakan tempat. Satu catatan: ini produk segar atau olahan, jadi tanyakan masa simpannya di toko dan simpan di tempat sejuk selama perjalanan.

2. Emping Melinjo: Renyah, Gurih, Sedikit Pahit

Camilan ini dibuat dari biji melinjo yang digoreng hingga garing, dengan rasa gurih dan sedikit pahit. Daerah Menes di Pandeglang dikenal sebagai salah satu penghasil emping terbesar di Indonesia. Menurut satu sumber, harganya sekitar Rp60.000 per kilogram di toko-toko sepanjang jalur Anyer, tetapi harga bisa berubah, jadi cek langsung di tempat.

Bacaan Lainnya

3. Kue Gipang: Manis, Murah, Tradisional

Gipang disebut wajib dibeli karena harganya terjangkau dan rasanya enak. Deskripsi bahannya bervariasi antar sumber, ada yang menyebut ketan, ada yang menyebut berondong beras. Intinya, ini camilan manis bertekstur renyah-legit yang cocok dibagikan ke banyak orang.

4. Bolu Tape Benteng dan Dodol Ny Lauw

Buat yang suka kue, bolu tape benteng dan dodol Ny Lauw masuk daftar oleh-oleh yang patut dicoba. Dodol Ny Lauw bahkan disebut sebagai dodol legendaris sejak 1940-an. Keduanya aman jadi hadiah untuk keluarga atau teman kantor.

5. Sirup Rosella: Segar dan Mudah Dibawa

Selain rasanya, sirup rosella dikenal punya manfaat untuk kesehatan dan mudah ditemui di berbagai toko oleh-oleh di Banten. Botolnya awet dan cocok untuk yang tidak mau repot soal makanan basah.

6. Sambel Burog dan Ceplis: Untuk Pencinta Rasa Unik

Sambel burog sering dijadikan oleh-oleh karena rasanya unik dan khas, bisa dinikmati dengan nasi, lauk, atau camilan. Satu sumber menyebut sambal ini dibuat dari kulit melinjo yang dimasak dengan santan dan rempah. Ceplis, camilan khas Banten lainnya, juga masuk daftar rekomendasi.

7. Kopi Robusta Banten Selatan dan Kerajinan Baduy

Bukan cuma makanan. Kopi robusta dari pegunungan Banten Selatan beraroma kuat dan cocok untuk pencinta kopi. Untuk suvenir, produk bernuansa Baduy seperti tas rajut dan gantungan kunci banyak dijual di marketplace. Sebagai gambaran, gantungan kunci khas Baduy dijual mulai sekitar Rp7.500, sedangkan tas koja Baduy sekitar Rp31.000. Harga ini hanya gambaran dari satu marketplace, bukan harga toko fisik.

Belanja di Mana?

Untuk jalur Anyer, Pusat Oleh-Oleh Khas Banten di Rest Area KM 142 jalur Anyer-Cinangka disebut paling lengkap karena menawarkan berbagai produk UMKM lokal. Di Serang, satu sumber menyebut sentra sate bandeng seperti Ibu Aliyah (Jl. Raya Serang-Jakarta Km 10, Cipocok Jaya) dan Hj. Maimunah (Jl. Ki Uju No. 8, Kaujon). Toko oleh-oleh Citra Banten juga sering disebut sebagai tujuan populer.

Tips Praktis Sebelum Pulang

  • Prioritaskan yang awet: emping, gipang, sirup, dan kopi lebih aman untuk perjalanan jauh.
  • Cek tanggal produksi dan kedaluwarsa untuk sate bandeng dan kue basah.
  • Cek jam buka dan harga terbaru langsung ke tokonya, karena informasi di artikel online bisa sudah berubah.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.