Waktu Terbaik ke Baduy

Waktu terbaik ke Baduy
wisatawan sedang berjalan kaki di kawasan Baduy. foto : Ist

LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID — Musim kemarau dan masa di luar ritual Kawalu dinilai sebagai waktu paling pas untuk berkunjung ke permukiman adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten. Wisatawan yang berencana datang menjelang akhir tahun perlu mencermati prakiraan cuaca dan aturan adat yang berlaku.

Jalur menuju kampung-kampung Baduy, terutama Baduy Dalam, ditempuh dengan berjalan kaki cukup jauh. Kemarau, sekitar Mei hingga September, disebut sebagai periode paling ideal untuk trekking di kawasan ini. Pada musim hujan, jalur tanah yang licin membuat perjalanan lebih berisiko.

Bacaan Lainnya

Cuaca: peluang kunjungan sebelum hujan tiba

Kondisi cuaca saat ini masih mendukung. BMKG memprakirakan curah hujan Oktober 2026 di Banten, termasuk Kabupaten Lebak, berada pada kategori rendah.

Namun, jendela kemarau ini tidak akan lama. BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Banten mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan Lebak bagian selatan baru masuk pada Desember. Puncak musim hujan di provinsi ini diperkirakan terjadi pada Januari hingga Maret 2027, dengan rata-rata puncaknya pada Februari dan Maret.

BMKG juga menyebut awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia mundur dari rerata klimatologisnya akibat El Nino yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole. Dengan begitu, wisatawan yang ingin trekking dalam kondisi medan kering relatif punya waktu hingga sekitar akhir Oktober atau awal November. Kondisi di lapangan tetap perlu dicek menjelang keberangkatan.

Hindari masa Kawalu untuk Baduy Dalam

Selain cuaca, kalender adat menjadi faktor penentu. Kawasan Baduy Dalam, yang meliputi Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana, ditutup bagi wisatawan selama tiga bulan sejak 20 Januari 2026 karena ritual Kawalu. Kepala Desa Kanekes Jaro Oom menegaskan bahwa ritual itu bersifat sakral dan tertutup bagi pengunjung.

Penutupan itu tidak berlaku untuk seluruh kawasan. Wisatawan masih dapat mengunjungi sejumlah kampung di Baduy Luar selama Kawalu, sementara akses orang luar ke Baduy Dalam dibatasi untuk keperluan khusus.

Usai Kawalu, masyarakat Baduy menjalani rangkaian adat lain sebelum tradisi tahunan Seba. Pemkab Lebak menyebut warga Baduy menjalankan puasa ngalaksa sebelum Seba. Seba Baduy 2026 berlangsung pada 23-26 April di Kabupaten Lebak dan masuk Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata.

Puncaknya, puluhan warga Baduy Dalam berjalan kaki sekitar 50 kilometer ke Pendopo Bupati Lebak dengan membawa hasil bumi sebagai simbol penghormatan.

Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi ini, periode April hingga Mei kerap disebut sebagai waktu yang istimewa. Jadwal pasti Kawalu dan Seba tahun-tahun berikutnya ditetapkan lembaga adat dan pemerintah daerah, sehingga calon pengunjung disarankan memastikannya terlebih dahulu ke pemerintah desa atau dinas pariwisata setempat.

Aturan adat yang wajib dipatuhi

Wisatawan juga diingatkan agar menaati aturan setempat. Lembaga Adat Baduy melarang wisatawan asing memasuki seluruh kawasan Baduy Dalam dan Kampung Gajeboh di Baduy Luar, berdasarkan keputusan adat pada 6 dan 13 September 2025. Wisatawan asing tetap boleh mengunjungi kampung-kampung Baduy Luar dengan didampingi pemandu lokal.

Di Baduy Dalam, pengunjung tidak diperbolehkan memotret atau merekam video setelah melewati jembatan menuju kawasan itu, dan penggunaan sabun maupun sampo di sungai dilarang demi menjaga kelestarian lingkungan. Pengunjung juga hanya boleh menginap maksimal satu malam di Baduy Dalam. Pengunjung yang tiba setelah pukul 17.00 WIB tidak diperkenankan memasuki Baduy Dalam.

Wisatawan disarankan menggunakan jasa pemandu lokal, membawa perlengkapan hujan sebagai antisipasi, dan melapor kepada perangkat desa setempat saat tiba.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.