KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Menjelang Idul Fitri 1447 H, layanan kas keliling kembali dibuka di sejumlah titik di Tangerang Raya. Salah satu lokasi penukaran uang baru digelar pada Selasa, 24 Februari 2026, di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang.
Program ini merupakan layanan rutin dari Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan baru saat Lebaran. Warga diwajibkan mendaftar lebih dulu melalui aplikasi PINTAR guna mendapatkan kuota dan jadwal penukaran.
Sejak pagi, warga sudah memadati halaman masjid untuk mengantre. Suasana sempat tidak kondusif karena mobil kas keliling datang lebih lambat dari jadwal yang ditentukan.
Salah seorang warga, Arjuna, menilai pelayanan di lokasi cukup baik. Namun, ia menyayangkan aturan yang tidak memperbolehkan penukaran diwakilkan dalam satu kartu keluarga (KK).
“Pengalamannya sih cukup bagus, pelayanannya juga baik. Cuma yang saya sesalkan, dalam satu kartu keluarga seharusnya bisa diwakilkan supaya lebih efektif dan tidak perlu semua anggota keluarga datang,” ujarnya.
Menurut Arjuna, kebijakan tahun ini berbeda dibanding sebelumnya. Ia menyebut pada 2025 penukaran masih bisa diwakilkan dalam satu KK.
“Kalau memang tidak boleh diwakilkan, harusnya dijelaskan secara rinci. Tahun lalu masih bisa, sekarang tidak diperbolehkan, jadi menurut saya itu justru mempersulit,” katanya.

Ia berharap sistem penukaran dibuat lebih efisien agar tidak membuang waktu masyarakat. Arjuna menilai cukup kepala keluarga yang mewakili selama data dan identitas sesuai ketentuan.
“Seharusnya dipermudah saja. Kalau satu keluarga punya kuota, cukup kepala keluarganya yang datang, selama sesuai KTP dan data, jadi tidak perlu antre panjang,” tambahnya.
Keluhan juga disampaikan warga lain, Silvana, yang telah datang sejak pagi sesuai jadwal yang didapat melalui aplikasi. Ia mengatakan penukaran uang baru sudah menjadi rutinitas setiap tahun menjelang Lebaran.
“Ini lagi nukerin uang baruan buat Lebaran. Kita sudah daftar di aplikasi PINTAR dan dapat jadwal penukaran hari ini di Al-Azhom,” ujarnya.
Silvana menjelaskan proses pendaftaran dilakukan secara daring dan kuota dibuka bertahap. Untuk wilayah Banten, ia memperoleh jadwal penukaran pada 24 Februari.
“Caranya masuk ke aplikasi PINTAR BI, pilih periode yang tersedia, lalu datang sesuai tanggal dan lokasi yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Adapun pecahan uang yang tersedia mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000. Namun, ia memilih tidak mengambil pecahan Rp50.000 karena menyesuaikan kebutuhan.
“Pecahannya lengkap dari seribuan sampai lima puluh ribu, tapi saya tidak ambil yang lima puluh ribu karena disesuaikan dengan kebutuhan,” tuturnya.
Meski mengapresiasi kemudahan akses kas keliling, Silvana menilai kenyamanan penukaran di bank masih lebih baik. Ia menyebut antrean sempat kurang tertib akibat keterlambatan mobil layanan.
“Kalau dibandingkan, lebih nyaman di bank karena tidak panas dan antreannya lebih tertata. Tadi sempat kurang kondusif karena mobilnya telat datang, jadi antreannya agak semrawut sebelum akhirnya diatur kembali,” ujarnya.
Meski diwarnai sejumlah keluhan, antusiasme warga tetap tinggi memanfaatkan layanan kas keliling tersebut. Masyarakat berharap ke depan sistem antrean dan aturan penukaran dapat diperjelas agar pelayanan semakin tertib dan nyaman menjelang Idul Fitri 1447 H.








