TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kampoeng Ramadhan GMP 2 kembali digelar untuk yang ke-10 kalinya di Jalan Raya Cadas–Kukun, Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin warga dalam menyemarakkan bulan suci sekaligus mempererat kebersamaan.
Setiap hari, panitia menyiapkan sekitar 700 porsi takjil gratis bagi masyarakat yang belum sempat berbuka puasa di rumah. Program berbagi tersebut berlangsung selama 22 hari dan akan berjalan hingga 12 Maret mendatang.
Peresmian kegiatan dilakukan pada Senin, 23 Januari 2026 dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap inisiatif sosial berbasis swadaya masyarakat.
Dimyati mengapresiasi kekompakan warga yang masih menjaga tradisi gotong royong di tengah kehidupan modern. Ia menilai kebersamaan seperti yang ditunjukkan masyarakat Sepatan patut menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Kedisiplinan, gotong royong, ini amat kalau menurut saya ini patut dicontoh. Apalagi kalau dilihat tadi ibu-ibu bergotong royong bersama-sama menyediakan makanan, dimasak sendiri, dan disajikan buat masyarakat yang ada di lingkungan ini. Nah, ini kan kebersamaan yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti mulai memudarnya budaya kebersamaan akibat gaya hidup individualistis. Menurutnya, kondisi tersebut membuat nilai kerukunan di lingkungan masyarakat perlahan terkikis.
“Jarang di zaman sekarang orang saling bergotong royong bersama-sama. Yang ada sekarang banyak individualis. Kebiasaan individualistis itu lah sehingga terkikis tuh kebiasaan gotong royong, kebiasaan kerukunan dan kebersamaan di kampung-kampung hilang. Nah, ini patut dicontoh, apalagi ini ada di kota, di Kabupaten Tangerang,” katanya.
Dimyati berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan tidak hanya digelar saat Ramadan. Ia optimistis kebiasaan baik yang dibangun dari lingkungan kampung akan membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
“Jadi saya berharap, mudah-mudahan di semua kampung, di semua wilayah, ada yang namanya kampung-kampung seperti ini. Dan jangan hanya di bulan Ramadan, harus terus-menerus. Biasanya bulan Ramadan ini akan memicu, dan pasti kampung ini menjadi kampung yang diberkahi Allah dan menjadi lingkungan yang aman,” tutupnya.
Kegiatan yang telah berjalan selama satu dekade ini pun mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Semangat gotong royong yang terus dijaga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kabupaten Tangerang.









