KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Seorang bocah laki-laki dilaporkan tewas tenggelam di sebuah kolam galian yang terletak di belakang GOR Portim, Jalan Al Muhajirin, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, pada Kamis, 22 Mei 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kolam galian tersebut awalnya dibuat sebagai bagian dari sistem filter WC pada fasilitas olahraga GOR Portim. Namun, seiring waktu, kolam itu dibiarkan terbuka dan tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya. Akibatnya, lokasi tersebut kerap dijadikan tempat bermain air oleh anak-anak setempat.
Diketahui, ukuran kolam cukup besar, dengan kedalaman mencapai 2 meter, lebar sekitar 3 meter, dan panjang 10 meter. Kondisi ini tentu sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak yang belum mahir berenang.
Informasi mengenai insiden ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @jabodetabek24info. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa kolam tersebut telah beberapa kali ditutup oleh pihak pengelola karena dinilai membahayakan, namun sering kali dibuka kembali oleh anak-anak yang ingin berenang di sana.
Menurut keterangan Ketua RT. 002, Nunah, menjelaskan korban sedang berenang bersama teman-temannya sebelum tiba-tiba menghilang dari permukaan air. Diduga, korban tersangkut pada kawat atau besi di dasar kolam sehingga tidak dapat menyelamatkan diri.
“Anak itu tenggelam langsung nyangkut ke besi dan dia melambai tangan, lalu temennya lari ketakutan setelah mengetahui temannya tenggelam, sontak mereka lari untuk meminta pertolongan,” tuturnya kepada Lensa Banten pada Jumat, 23 Mei 2025.
Warga sekitar yang mendengar teriakan anak-anak lainnya segera datang memberikan pertolongan dan membawa korban ke puskesmas terdekat. Sayangnya, nyawa bocah tersebut tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa tragis ini memicu keprihatinan warga sekitar yang menyoroti lemahnya pengawasan terhadap area tersebut. Mereka mendesak pihak pengelola GOR maupun pemerintah setempat untuk mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Sudah pernah ditutup pakai seng, tapi anak-anak sering buka lagi. Harusnya ditutup permanen atau dijaga, supaya nggak kejadian lagi kayak begini,” ujar seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait insiden tersebut. Masyarakat berharap kolam galian itu segera diamankan secara permanen demi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang sering bermain di area tersebut.








