Diskominfo Kota Tangerang Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI bagi Pelajar

Ilustrasi serangan siber. Foto oleh Tima Miroshnichenko:
Ilustrasi .. Foto oleh Tima Miroshnichenko:

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini semakin luas digunakan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk di kalangan pelajar.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhani, mengatakan pihaknya memberi perhatian terhadap penggunaan AI, khususnya oleh anak-anak yang mulai bergantung pada teknologi tersebut untuk menunjang proses belajar.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penggunaan AI seperti ChatGPT atau platform sejenis memang dapat membantu, namun tetap harus diimbangi dengan kemampuan berpikir mandiri. Ketergantungan berlebihan dikhawatirkan dapat melemahkan daya analisis dan upaya belajar secara manual.

“Kominfo pada dasarnya melakukan sosialisasi agar masyarakat, termasuk pelajar, bisa menggunakan AI secara bijak. Jangan sampai ketergantungan membuat kemampuan berpikir jadi menurun,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi internal, terdapat temuan bahwa AI cenderung memberikan jawaban yang disesuaikan dengan preferensi pengguna. Hal ini dinilai berpotensi menyesatkan jika informasi yang diberikan tidak diverifikasi kebenarannya.

“AI itu diprogram untuk membaca preferensi kita dan memberikan jawaban yang kita inginkan. Di situ letak bahayanya, karena belum tentu informasi tersebut benar,” jelas Mugiya.

Sebagai contoh, ia menyinggung kasus di luar negeri di mana seseorang menggunakan AI untuk mencari solusi hukum. Orang tersebut bahkan mengaku sebagai pengacara berdasarkan rekomendasi AI, namun akhirnya terbukti tidak memiliki latar belakang hukum setelah dilakukan pemeriksaan.

Kasus lain juga terjadi dalam dunia akademik, di mana sejumlah pengguna memanfaatkan AI untuk menyusun karya ilmiah. Namun, referensi yang dihasilkan ternyata tidak valid atau bahkan tidak ada, sehingga menimbulkan persoalan saat dilakukan verifikasi.

Mugiya menegaskan, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai satu-satunya rujukan utama dalam mengambil keputusan atau menyusun informasi penting.

“Silakan menggunakan AI untuk konsultasi atau mencari referensi awal, tapi jangan dijadikan patokan utama. Tetap harus dicek dan diverifikasi,” tegasnya.

Diskominfo Kota Tangerang pun berkomitmen untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan teknologi AI dapat memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.