BPS Kota Tangerang Gelar Sensus Ekonomi 2026 Mulai Mei

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID— Badan Pusat Statistik Kota Tangerang akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 mulai 1 Mei hingga Agustus 2026. Kegiatan yang digelar setiap 10 tahun sekali ini ditargetkan menjangkau ratusan ribu pelaku usaha, mulai dari skala mikro hingga usaha besar.

Sensus ini bertujuan menyediakan data dasar bagi penyusunan kebijakan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Selain itu, sensus juga memetakan karakteristik usaha di Kota Tangerang, termasuk sektor dominan, serta mengakomodasi perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Pelaksana Sensus Ekonomi Kota Tangerang, I Ketut Suarsana, mengatakan saat ini pihaknya masih dalam tahap persiapan melalui komunikasi, koordinasi, dan diplomasi (KKD) dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta pelaku usaha.

“Kami melakukan pendekatan dengan pemangku kepentingan dan pelaku usaha. Dalam sensus ini ada konsep ‘Ngibar’ atau Ngisi Bareng, sehingga pelaku usaha bisa mengisi data secara bersama-sama agar lebih mudah dan informasinya lebih lengkap,” ujarnya ditemui di kantornya, Rabu, 1 April 2026.

Menurut Ketut, sensus kali ini juga mencakup sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang sebelumnya tidak termasuk. Hal ini dilakukan untuk melengkapi struktur ekonomi daerah agar lebih komprehensif.

Responden sensus akan dibagi dalam tiga kategori, yakni usaha besar, usaha menengah besar, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam pelaksanaannya, BPS juga akan melibatkan mahasiswa melalui proses rekrutmen yang dikoordinasikan dengan perguruan tinggi.

Pada tahap awal, BPS akan mengirimkan pemberitahuan kepada pelaku usaha besar melalui metode daring atau Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), seperti email dan pesan singkat. Jika dalam 15 hari tidak ada respons, petugas akan melakukan tindak lanjut melalui kunjungan langsung atau metode wawancara menggunakan kuesioner (PAPI).

“Kalau belum diisi, nanti kami datangi. Bisa melalui CAWI atau wawancara langsung. Karena itu, konsep ‘Ngisi Bareng’ juga kami dorong agar pelaku usaha bisa berkumpul dan mengisi bersama,” katanya.

BACA JUGA  : Dorong Daya Saing, UMKM Tangerang Difasilitasi Pendaftaran Merek dan Legalitas

Ia menambahkan, sosialisasi akan dilakukan secara intensif sebelum pelaksanaan sensus guna memastikan pelaku usaha memahami tujuan kegiatan sekaligus menghindari kesalahpahaman, seperti kekhawatiran terhadap penipuan.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan mendukung pelaksanaan sensus ekonomi 2026 serta mendorong pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya.

Ia pun meminta agar pelaku usaha di kota Tangerang menjawab dengan jujur setiap pertanyaan dari sensus yang diajukan oleh petugas sensus.

Dengan begitu, hasil sensus yang didapat menjadi rekomendasi yang baik agar kebijakan ekonomi nantinya dapat diputuskan dengan tepat.

Melalui sensus ini, diharapkan tersedia data yang lebih akurat untuk mendukung perencanaan bisnis, meningkatkan daya saing usaha, serta memperkuat kebijakan ekonomi berbasis data di Kota Tangerang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.