KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Yayasan Amway Peduli menggelar seminar kesehatan bertema “Healthy Get, Healthy Future” di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rabu 7 Oktober 2026. Ratusan mahasiswa mengikuti acara ini.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. H. Amir Ali, M.K.M.; Dr. Imas Yoyoh S., S.Kp., M.Kep.; Riana Nur Wulan; dan Dr. Susi Liang.
Ketua PMI Kota Tangerang Oman Djumansyah mengatakan, kolaborasi dengan Yayasan Amway Peduli merupakan bentuk kepedulian sosial yang melibatkan mahasiswa agar ikut berkontribusi bagi kesehatan masyarakat.
“Nantinya para mahasiswa dapat bergabung dengan Yayasan Amway Peduli untuk bisa berkontribusi terhadap edukasi kesehatan, terlebih di UMT memiliki jurusan kesehatan masyarakat dan fakultas baru kedokteran,” ujarnya usai acara.
Fokus pada kesehatan usus
Ketua Yayasan Amway Peduli Riana Nur Wulan menjelaskan, edukasi kepada generasi muda telah dijalankan yayasannya sejak 2024.
Program tersebut berpusat pada pola makan sehat dan gaya hidup sehat serta aktif.
Saat ini, kata Riana, pihaknya menyoroti kesehatan usus (gut health). Ia menyebut usus sebagai “otak kedua” setelah otak yang sesungguhnya.

“Apabila usus kita sehat, maka secara keseluruhan tubuh kita akan sehat,” katanya.
Sebelum program edukasi, yayasan ini lebih dulu menjalankan program “The Power of Gut”, yakni intervensi bagi anak-anak bergizi kurang di sejumlah wilayah Indonesia sejak 2017. Intervensi itu dilakukan melalui produk Nutrilite Little Bits.
Setelah lebih dari lima tahun, fokus program bergeser ke edukasi masyarakat. Sasarannya generasi muda, agar mereka sudah memahami pola hidup sehat sebelum menjadi orang tua.
“Sebelum mereka menjadi orang tua yang melahirkan anak-anak, sudah kita berikan edukasi dulu agar mereka bisa melahirkan anak-anak yang sehat,” ujar Riana. Ia berharap para mahasiswa siap berkompetisi saat terjun ke masyarakat maupun dunia kerja.

Gen bisa diubah lewat usus?
Dalam sesi diskusi, Dr. Susi Liang menjelaskan besarnya peran usus bagi kesehatan, termasuk pertumbuhan anak. Menurut dia, penyakit kerap dianggap semata-mata faktor keturunan. Padahal, selain gen bawaan orang tua yang tidak dapat diubah, ada “gen kedua” berupa mikrobiom usus yang bisa diperbaiki.
“Penyakit-penyakit yang nanti muncul pada usia muda itu bisa banget kita hindari, salah satunya lewat gut health ini,” ujarnya.
Susi menekankan bahwa kesehatan bersifat holistik, ibarat roda yang harus berputar seimbang. Selain makanan, dibutuhkan asupan air putih yang cukup, olahraga 150 menit per minggu dengan latihan kekuatan (strength training) dua hingga tiga kali seminggu, tidur cukup, serta pola pikir yang baik.
Sambal tak selalu jadi biang masalah
Menjawab pertanyaan soal kebiasaan masyarakat Indonesia menyantap sambal, Susi menyebut sambal bukan pangkal persoalan. Yang perlu diwaspadai adalah minyak untuk menumis sambal dan porsi nasi yang berlebihan saat menyantapnya.
“Kalau dia makan cabai dengan sayur, daging, telur, tahu, tempe, tidak ada masalah,” katanya








