Hadirnya Program JKN, Bantu Tinah Cuci Darah dengan Tenang

Sebagai seorang pasien cuci darah, Tinah pun berpesan kepada pasien cuci darah lainnya agar dapat menerima dengan ikhlas. Foto Dok BPJS
Sebagai seorang pasien cuci darah, Tinah pun berpesan kepada pasien cuci darah lainnya agar dapat menerima dengan ikhlas. Foto Dok BPJS

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sosok yang ramah dan murah senyum adalah kesan pertama yang  tim Jamkesnews dapatkan dari Tinah (48) saat ditemui di ruang hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang, Kamis, 18 Januari 2024.

Tinah adalah warga Sudimara Pinang, Kota Tangerang, salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang didaftarkan oleh pemerintah. Ia menjadi peserta JKN sejak tahun 2015 silam.

Bacaan Lainnya

Sudah beberapa tahun belakangan dirinya secara rutin menjalani prosedur hemodialisa atau yang biasa dikenal dengan sebutan cuci darah.

Tervonis gagal ginjal sejak 2018 silam menjadi ujian terberat bagi Tinah (48) hingga saat ini. Lima tahun menjadi waktu yang tak sebentar bagi dirinya untuk bisa lepas dari bayang-bayang rumah sakit.

Setiap minggu, ia harus bertemu jarum dan selang darah demi menstabilkan fungsi ginjalnya. Meskipun begitu, ia tak lantas patah arang untuk melanjutkan hari-harinya. Kepada tim Jamkesnews, dengan senang hati Tinah berbagi pengalaman menggunakan kartu JKN yang ia miliki.

“Sebelumnya saya memang punya tekanan darah tinggi dan sering sesak nafas, cepat capek dan kaki saya bengkak-bengkak. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan ternyata hasilnya saya harus cuci darah, tepatnya sejak lima tahun yang lalu. Rasanya kalau dihitung-hitung, sudah ratusan kali kalau dihitung dari 2018 lalu. Sempat beberapa kali drop kemudian pulih. Hari-hari saya memang terasa berat awalnya, tapi karena ada suami dan anak-anak, saya kembali tegar. Saya terus berdo’a buat kebaikan saya dan keluarga. Saya selalu yakin semua ujian ini pasti ada hikmahnya,” kenang Tinah.

Dari awal pelayanan cuci darah, ia merasakan sikap para petugas rumah sakit sangatlah ramah dan telaten melayani. Tidak ada kesulitan administrasi selama ia menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain itu, suasana kekeluargaan yang kental sangat terasa antara petugas, pasien dan keluarga pasien. Hal tersebut menjadi pendorong semangat Tinah juga pasien-pasien lainnya untuk selalu tabah dan semangat  menjalani prosedur medis yang sangat menguras energi mereka.

Satu hal lagi yang membuat Tinah tenang adalah ia tidak perlu mengkhawatirkan biaya cuci darah yang harus dijalaninya secara rutin.

“Program JKN ini banyak membantu, Alhamdulillah puas. Nyaman rasanya berobat menggunakan Kartu JKN ini. Dokter maupun perawatnya juga baik-baik, bahkan mereka sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Sambil menjalani cuci darah kami biasanya sambil bercerita sesame pasien ataupun dengan perawat, supaya tidak bosan saat menunggu. Masalah biaya pengobatan, semua dijamin JKN, yang penting ikuti saja prosedurnya. Bayangkan saja, saya sudah sekitar 5 tahun cuci darah dan semua biayanya dijamin Program JKN. Kalau pakai uang sendiri mungkin sudah habis ratusan juta. Program ini memang luar biasa,” tutur Tinah.

Dalam perjalannya, kondisi Tinah semakin membaik. Meskipun ia sadar tak akan bisa lepas dari layanan cuci darah, setidaknya masih ada percikan semangat yang membuat dirinya lega.

Ia bersyukur adanya program JKN saat ini bisa memperpanjang nafasnya hingga kini. Ibu anak dua ini merasa bersyukur dengan adanya Program JKN yang telah membantunya.

Sebagai seorang pasien cuci darah, Tinah pun berpesan kepada pasien cuci darah lainnya agar dapat menerima dengan ikhlas.

“Yang pasti saya bersyukur ada BPJS Kesehatan. Mungkin sudah ratusan kali tapi pelayanan di rumah sakit tetap nyaman. Tidak pernah sekalipun saya harus membayar, semuanya gratis. Saya bisa cuci darah dengan tenang, tanpa memikirkan biaya. Kita tidak perlu banyak pikiran serta tidak boleh putus asa dengan kondisi kesehatan yang dialami. Memang tidak bisa dipungkiri, kadang ada rasa lelah. Tapi kalau saya, yang saya ingat adalah keluarga. Itu jadi semangat buat saya untuk terus bertahan menjalani cuci darah ini,” cerita Tinah.

Tinah berpendapat bahwa Program JKN merupakan program kemanusiaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari masyarakat kalangan menengah ke bawah hingga masyarakat kalangan atas.

Ia berharap agar program besutan BPJS Kesehatan ini terus ada bagi masyarakat Indonesia karena telah terbukti banyak membantu dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kurang mampu seperti dirinya.

Menutup perbincangan, tak lupa Tinah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyelenggarakan Program JKN.

“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menjalankan program JKN ini. Kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Republik Indonesia yang sudah mendaftar kami sekeluarga menjadi peserta JKN. Kalau tidak ada program JKN ini saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri saya, entah bagaimana saya harus membayar biaya cuci darah ini,” tutupnya sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.