Ini Ruas Jalan di Kota Tangerang yang Rampung Diperbaiki Lebih Cepat

Dinas PUPR Gencarkan Pembangunan Infrastruktur Upaya Atasi Kemacetan

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mempercepat pengerjaan sejumlah proyek perbaikan jalan untuk menekan dampak rekayasa lalu lintas terhadap aktivitas masyarakat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mendorong kontraktor menyelesaikan pekerjaan lebih cepat tanpa mengabaikan kualitas pembangunan.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan lama pengerjaan menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga. Menurutnya, semakin lama jalan ditutup, semakin besar pula dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kalau menutup jalan terlalu lama atau rekayasa lalu lintas terlalu lama tentunya berdampak pada aktivitas masyarakat. Makanya kita coba mendorong untuk bisa lebih cepat,” kata Taufik, Senin, 28 September 2026.

Sejumlah Ruas Sudah Rampung

Taufik menjelaskan, pekerjaan perbaikan jalan umumnya memiliki durasi kontrak sekitar dua hingga tiga bulan. Namun, sejumlah proyek mampu diselesaikan dalam waktu lebih singkat dari target tersebut.

“Dari target dua sampai tiga bulan, alhamdulillah ada yang satu bulan selesai, ada yang satu setengah bulan selesai. Jadi hal ini melebihi target kita,” ujarnya.

Berdasarkan progres PUPR, beberapa ruas jalan di Kota Tangerang kini telah mencapai 100 persen. Di antaranya Jalan M Toha, Jalan Garuda, Jalan Marsekal Suryadarma, Jalan Husein Sastranegara dan Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat.

Sementara sejumlah ruas lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan progres yang berbeda-beda. Jalan Sitanala mencapai 92,30 persen, Jalan Sangego Selatan 60,61 persen, Jalan Iskandar Muda 54 persen dan Jalan Teuku Umar 39,65 persen.

Kemudian Jalan RAM Cikokol tercatat mencapai 35,49 persen, sedangkan Jalan Raya Bayur baru 20,24 persen. Jalan Prabu Kiansantang masih dikerjakan, sementara akses looping Gerendeng-Tanah Gocap masih berada pada tahap penyiapan jalan.

Total 47 Ruas Dikerjakan

Taufik menyebut, total pekerjaan perbaikan jalan dan pedestrian yang ditangani PUPR Kota Tangerang tahun ini mencapai sekitar 47 ruas. Meski masih terdapat sejumlah proyek yang berjalan, pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

“Masih cukup banyak, tapi kita optimis mudah-mudahan berjalan lancar dan sesuai target,” katanya.

Untuk ruas yang sudah selesai, PUPR dapat segera membuka kembali jalan bagi kendaraan. Namun, pembukaan tetap mempertimbangkan usia beton serta kondisi teknis di lapangan.

Secara umum, beton membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk mencapai kekuatan penuh. Meski begitu, pembukaan lalu lintas bisa dilakukan lebih cepat berdasarkan hasil evaluasi teknis.

“Biasanya kalau sudah selesai, kita langsung open traffic. Memang kita tunggu masa usia beton sekitar 28 hari. Biasanya kita buka setelah 15 hari,” jelasnya.

Pembukaan kembali jalan juga dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan Kota Tangerang. Langkah tersebut dilakukan agar rekayasa dan pengaturan lalu lintas dapat berjalan dengan baik.

Buka Akses Alternatif ke Jakarta Barat

Selain mempercepat perbaikan jalan, PUPR Kota Tangerang juga menyiapkan akses baru dari wilayah Semanan hingga batas DKI Jakarta. Jalur tersebut nantinya dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan Jakarta Barat.

Taufik berharap keberadaan akses baru dapat mengurangi penumpukan kendaraan di ruas tertentu. Masyarakat juga memiliki pilihan rute lain saat melakukan perjalanan menuju wilayah DKI Jakarta.

“Harapannya masyarakat, jalan-jalan tersebut menjadi jalan alternatif bagi masyarakat yang hendak ke wilayah DKI, khususnya Jakarta Barat. Jadi tidak menumpuk di satu ruas jalan,” tuturnya.

Menurut Taufik, pembangunan akses baru juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga di sepanjang jalur. Wilayah yang sebelumnya belum berkembang berpotensi ikut tumbuh seiring meningkatnya aksesibilitas.

*Jalan dan Saluran Air Ditata Bersamaan*

PUPR Kota Tangerang juga mulai mengembangkan konsep pembangunan jalan yang terintegrasi dengan saluran air atau irigasi. Konsep tersebut akan diterapkan dalam sejumlah pembangunan, termasuk di kawasan Sangego dan Sewan.

Penataan saluran air nantinya tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari infrastruktur, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari lanskap kota. Konsep serupa akan dikembangkan pada sejumlah kawasan lainnya.

“Konsep kita bagaimana membuat satu ruas jalan dan kalinya ada di tengah. Ke depan penataan irigasi atau saluran pembuang ini menjadi bagian lanskap kota yang harus mulai ditata,” kata Taufik.

Taufik menambahkan, pengawasan terhadap seluruh pekerjaan terus dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target. PUPR juga meminta pelaksana memenuhi standar kualitas sebagaimana tercantum dalam kontrak.

“Kita terus melakukan pengawasan di lapangan, mendorong para pelaksana bisa bekerja sesuai target. Kualitas yang kita inginkan juga sesuai kontrak, kita jaga bersama-sama untuk bisa ditepati,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.