KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kebakaran melanda kawasan pergudangan Kosambi Permai, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Api membakar sejumlah gudang yang sebagian besar digunakan untuk penyimpanan dan produksi kasur atau spring bed.
Komandan Pos Damkar Wilayah Kosambi, Husni, mengatakan proses pemadaman hingga saat ini masih berlangsung, khususnya di area bagian depan pergudangan. Sementara itu, kondisi di area belakang disebut sudah berhasil ditangani sekitar 80 persen.
“Untuk proses pemadaman di pergudangan Kosambi Permai, saat ini masih proses pemadaman di area depan. Kalau untuk di area belakang, alhamdulillah sudah tercover dan aman, sudah sekitar 80 persen di area belakang,” kata Husni kepada Lensa Banten di lokasi kebakaran.
Diduga Ada 26 Gudang Terdampak
Husni menjelaskan, berdasarkan kondisi di lapangan, terdapat sekitar 26 gudang yang terlihat terdampak jika dihitung berdasarkan jumlah pintu bangunan. Namun, pihaknya masih melakukan inventarisasi untuk memastikan jumlah pabrik yang terbakar.
“Informasinya ada kurang lebih 26 gudang jika dilihat dari pintunya. Tapi kalau untuk jumlah pabriknya kami belum inventarisir secara detail,” ujarnya.
Ia menyebut, salah satu bangunan yang telah teridentifikasi merupakan pabrik pembuatan spring bed. Sementara gudang di sisi lainnya diketahui masih dalam kondisi kosong.
“Untuk gudang di area depan sampai belakang ini yang paling banyak berisi spring bed. Kalau untuk blok di sebelah sana adalah gudang yang masih kosong,” jelasnya.
11 Unit Damkar Dikerahkan
Dalam proses pemadaman, sebanyak 11 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan dari sejumlah instansi. Bantuan tersebut termasuk armada dari DKI Jakarta serta kendaraan pendukung lainnya.
“Untuk sementara ini kita ada 11 unit dari beberapa instansi, termasuk bantuan dari DKI, pihak pendukung, serta kendaraan-kendaraan terkait,” kata Husni.
Sementara jumlah personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut mencapai sekitar 50 orang.
Menurut Husni, kendala utama yang dihadapi petugas adalah lokasi sumber air yang cukup jauh. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak pengelola kawasan pergudangan membantu menyediakan mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman.
“Kendalanya ya itu saja, sumber air yang jauh. Tapi sekali lagi, kita disuplai air dari mobil-mobil tangki milik pengelola,” ujarnya.
Husni memastikan hingga proses pemadaman berlangsung, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Informasi mengenai korban sementara tidak ada, karena belum ada laporan terkait adanya korban. Alhamdulillah, sejauh ini dipastikan tidak ada korban,” tuturnya.
Sementara terkait penyebab kebakaran, Husni menyebut informasi awal berasal dari petugas PLN. Namun, untuk memastikan penyebab kebakaran, penanganannya menjadi kewenangan pihak kepolisian.
“Informasinya dari petugas PLN, untuk selanjutnya itu nanti menjadi kewenangan pihak kepolisian,” pungkasnya.








