KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kesulitan bayi menyusu langsung kerap membuat orang tua khawatir. Salah satu kondisi yang sering dikaitkan dengan masalah tersebut adalah tongue tie atau kelainan jaringan pengikat lidah. Namun, bayi yang mengalami kesulitan menyusu tidak selalu disebabkan oleh kondisi tersebut sehingga diperlukan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya.
Namun, apakah setiap bayi yang sulit menyusu pasti mengalami tongue tie?
Menurut dr. Viany Rehansyah P, M.Ked(Ped), Sp.A, CBS, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Laktasi Bethsaida Hospital Serang, jawabannya adalah tidak.
“Tongue tie memang bisa menjadi salah satu penyebab bayi mengalami kesulitan menyusu, tetapi bukan berarti setiap bayi yang sulit menyusu pasti mengalami tongue tie. Kita perlu melihat proses menyusunya secara menyeluruh,” jelas dr. Viany.
Mengenal Tongue Tie
Tongue tie atau ankyloglossia merupakan kondisi ketika frenulum, yaitu jaringan yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut, membatasi gerakan lidah.
Gerakan lidah berperan penting saat bayi melekat pada payudara, mengisap, mengeluarkan ASI, dan menelannya. Jika gerak lidah benar-benar terbatas, proses menyusu dapat terganggu.
Namun, bentuk frenulum yang terlihat pendek tidak otomatis berarti bayi mengalami gangguan menyusu. Yang lebih penting adalah apakah kondisi tersebut benar-benar mengganggu fungsi lidah.
Sulit Menyusu Tidak Selalu Karena Tongue Tie
Bayi yang belum menyusu dengan optimal dapat terlihat sulit melekat, sering terlepas, terdengar bunyi “klik”, menyusu sangat lama, mudah lelah, atau tetap tampak belum puas setelah menyusu.
Ibu juga dapat mengalami nyeri atau luka pada puting, sementara berat badan bayi sulit bertambah. Meski tanda-tanda tersebut dapat muncul pada tongue tie, penyebabnya bisa beragam.
Posisi dan pelekatan yang belum tepat merupakan salah satu penyebab yang sering ditemui. Selain itu, bayi yang lahir prematur, mudah mengantuk, mengalami hidung tersumbat, atau memiliki koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas yang belum optimal juga dapat mengalami kesulitan menyusu.
Dari sisi ibu, bentuk puting, kondisi payudara, produksi ASI, serta aliran ASI yang terlalu cepat atau lambat juga dapat mempengaruhi proses menyusui.
“Masalah menyusui bisa berasal dari bayi, ibu, atau kombinasi keduanya. Karena itu, evaluasinya perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada lidah bayi,” terang dr. Viany.
Apakah Semua Tongue Tie Harus Ditindak?
Tidak semua bayi dengan tongue tie memerlukan tindakan. Pada sebagian bayi, masalah menyusui dapat membaik setelah posisi dan pelekatan diperbaiki serta ibu mendapat pendampingan laktasi yang tepat.
Dalam konsultasi laktasi, dokter dapat menilai posisi bayi, pelekatan, pola hisapan, proses menelan, kondisi rongga mulut, perpindahan ASI, serta pertumbuhan dan berat badan bayi.
Tindakan pada frenulum baru dipertimbangkan apabila keterbatasan gerak lidah terbukti menyebabkan gangguan fungsi menyusu yang bermakna.
“Tindakan pada frenulum tidak otomatis diperlukan pada setiap bayi. Yang utama adalah menilai apakah ada gangguan fungsi yang benar-benar memengaruhi proses menyusu,” ujar dr. Viany.
Jika bayi terus sulit melekat pada payudara, sering terlepas saat menyusu, mudah lelah, menyusu lama tetapi tetap belum puas, atau berat badannya sulit bertambah, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau konselor laktasi.
Konsultasi juga dianjurkan apabila ibu mengalami nyeri atau luka pada puting secara berulang.
Evaluasi sejak dini dapat membantu menemukan penyebab masalah dan menentukan pendampingan yang sesuai bagi ibu dan bayi.
Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan Dokter Spesialis Anak dan Konseling Laktasi untuk membantu ibu dan bayi menghadapi berbagai tantangan selama proses menyusui.
dr. Tirta Mulya, Direktur Bethsaida Hospital Serang, menyampaikan, keberhasilan menyusui melibatkan kondisi dan kesiapan ibu serta bayi. “Melalui layanan Dokter Spesialis Anak yang didukung Konseling Laktasi, kami ingin membantu orang tua mendapatkan evaluasi dan pendampingan yang tepat sejak awal,” pungkasnya.








