Kisah Sukses Eprilita Yasintarasi Penerima Beasiswa Baznas Kota Tangerang, dari Mustahik jadi Muzaki

Kisah Sukses Eprilita Yasintarasi Penerima Beasiswa Baznas Kota Tangerang, dari Mustahik jadi Muzaki
Talkshow Baznas Ngopi Senza.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Termotivasi untuk berkontribusi pada pendidikan di Indonesia, Eprilita Yasintarasi, S.Pd mendirikan bimbingan belajar (Bimbel) islami bernama Alimah Center.

Perempuan lulusan beasiswa cendekia Baznas (BCB) Kota Tangerang ini mulai merintis usaha bimbelnya itu sejak 2019 silam, sejak dirinya berkuliah.

Bacaan Lainnya

Ia mengisahkan saat itu perekonomian orangtuanya sedang sulit dan akhirnya menemukan ada beasiswa dari Baznas Kota Tangerang. Dirinya kemudian mendaftar dan ikut seleksi, meski diakuinya ketat namun akhirnya diterima.

Berkat beasiswa Baznas Kota Tangerang itu, Eprilita yang berkuliah di Universitas Muhamadyah Tangerang ini lulus di 2020 lalu dan mulai melanjutkan usaha bimbel bersama temannya.

“Awalnya saya bercita-cita ingin mendirikan sekolah, namun itu terlalu besar akhirnya saya yang pernah mengajar di BimbelĀ  bersama teman-teman membuat bimbel. Pas Pandemi Covid kami sempat berhenti total,”katanya.

Namun Ia bersam teman-temannya bertekad, berapapun siswa dan apapun tantangannya akan terus dihadapi.

Kisah Sukses Eprilita Yasintarasi Penerima Beasiswa Baznas Kota Tangerang, dari Mustahik jadi Muzaki
Wakil Ketua dua Baznas Kota Tangerang Tangerang, Danni Budianto Saragih (kanan) dan Eprilinta Yasintarasi (kiri)

Ia pun memberikan tips bagi siapa pun yang ingin memulai usaha untuk meniatkan secara sungguh-sungguh.

“Konsisten terhadap usaha tersebut, dan niatkan bukan untuk usaha aja tapi juga untuk beribadah,”katanya.

Saat ini usahanya sudah memiliki dua cabang, berlokasi di Kecamatan Cipondoh dan Pondok Kacang.

Terkait keberhasilan penerima manfaat dari Baznas Kota Tangerang,Wakil Ketua dua Baznas Kota Tangerang Tangerang, Danni Budianto Saragih memberi apresiasi kepada Eprilita yang telah sukses dari mustahik menjadi muzaki.

“Kita di Baznas Kota Tangerang dari mustahik ke muzaki, itu akhirnya bisa terealisasi pada penerima beasiswa Baznas,”katanya.

Ia pun mengungkapkan setiap penerima beasiswa Baznas dilakukan monitoring dan evluasi, serta pembinaan rutin.

“Kami pun lakukan monev dan pantau, serta kami buat standar bagi penerima yang perguruan tinggi negeri maupun swasta. Lebih ketat bagi mereka yang PTN, jadi dari sisi akademik mereka tetap harus baik dan rajin mengikuti pembinaan rutin,”bebernya usai acara NGOPI SENZA (Ngobrol Penuh Inspirasi Sedekah dan Zakat).

Lebih jauh Danni menuturkan saat ini Baznas memiliki penerima beasiswa angkatan ketiga sebanyak 38 orang.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS.Ā Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.