KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan impian banyak pelajar. Namun, untuk meraih posisi tersebut dibutuhkan perjuangan panjang, mulai dari seleksi yang ketat hingga latihan fisik dan mental yang tidak ringan.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81, pasukan Paskibraka Kota Tangerang terus menjalani latihan intensif di Lapangan Ahmad Yani. Dari puluhan calon anggota, dua nama dipercaya menempati posisi penting, yakni Syakilah Rasyiqah Ramadhani, siswi SMAN 2 Kota Tangerang sebagai calon pembawa baki, serta Frederik Wilson Hia dari SMAN 15 Kota Tangerang sebagai calon pengerek bendera.
Ditemui usai latihan, Syakilah mengaku proses untuk menjadi anggota Paskibraka tidaklah mudah. Menurut dia, perjuangan tersebut menuntut kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, hingga pengorbanan waktu.
Minatnya terhadap Paskibra tumbuh sejak duduk di bangku SMP setelah diajak pelatih mengikuti kegiatan tersebut. Sejak itu, ia bercita-cita menjadi Paskibraka Kota Tangerang.
“Masuk Paskibra membuat saya lebih disiplin, lebih sigap, dan lebih peduli kepada teman maupun lingkungan,” katanya, Rabu, 29 Juli 2026.
Kini, Syakilah dipercaya sebagai calon pembawa baki. Meski mengaku bangga, ia memilih tetap rendah hati dan fokus mempertahankan performa hingga hari pelaksanaan upacara pada 17 Agustus.
“Saya tetap optimistis, tetapi tidak boleh jumawa. Saya harus terus menunjukkan kemampuan terbaik agar tetap dipercaya menjadi pembawa baki,” ujarnya.
Untuk menjaga kondisi selama latihan, Syakira menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi begadang, mengonsumsi vitamin, menjaga asupan makanan, serta tetap mengejar pelajaran sekolah melalui bantuan teman sekelas.
Sementara itu, Frederik Wilson Hia mengungkapkan ketertarikannya pada Paskibra telah muncul sejak SMP melalui berbagai perlombaan baris-berbaris. Pengalaman tersebut menjadi bekal hingga akhirnya dipercaya sebagai calon pengerek bendera.
Menurut Frederik, tugas pengerek membutuhkan ketelitian, kesigapan, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat agar prosesi pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih berjalan sempurna.
“Posisi apa pun yang diberikan pelatih merupakan amanah terbaik. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim pengibar,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga kebugaran menjadi prioritas utama selama latihan dengan menerapkan pola makan sehat, istirahat yang cukup, dan memperbanyak konsumsi air putih, terutama saat latihan di tengah cuaca panas.
Pelatih Paskibraka Kota Tangerang, Muhammad Firli Adam, mengatakan seluruh calon anggota yang terpilih telah melewati serangkaian seleksi yang mencakup tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, penilaian kepribadian, hingga kemampuan fisik.
Khusus untuk calon pembawa baki, kata Firli, penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknis, tetapi juga stabilitas tangan, pembawaan, hingga ekspresi wajah.
“Syakira memiliki senyum yang baik, pembawaan yang tenang, dan mampu menjaga kestabilan saat membawa baki. Itu menjadi salah satu pertimbangan tim dalam menentukan posisi tersebut,” ujarnya.
Firli menambahkan, calon pembawa baki dan pengerek juga memperoleh latihan khusus yang lebih intensif dibanding anggota lainnya. Selama tiga hingga empat hari, keduanya mendapat pendampingan khusus agar siap menjalankan tugas pada hari pelaksanaan.
Saat ini, sebanyak 50 calon Paskibraka Kota Tangerang terbagi dalam dua tim untuk upacara pagi dan sore. Selama latihan, tim pelatih juga menerapkan pola istirahat dan hidrasi berkala setiap 15 menit guna menjaga kondisi peserta di tengah cuaca yang panas.








