Nana Mardiana: Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO Butuh Dukungan Semua Pihak

foto dok. nana mardiana
foto dok. nana mardiana

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Pedangdut Nana Mardiana kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan musik dangdut Indonesia. Kali ini, Nana memilih “turun gunung” dan terlibat langsung dalam upaya mendorong dangdut agar semakin kokoh sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia serta mendapat pengakuan dunia melalui UNESCO.

Nana mendapat mandat untuk memimpin kepanitiaan Diskusi Publik “Ngulik Soal Musik Dangdut” yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026. Bagi Nana, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda biasa, melainkan bagian dari langkah untuk memperkuat perjuangan membawa musik dangdut ke panggung dunia.

Bacaan Lainnya

“Sebagai kader FORWAN, saya menerima mandat dari Ketua Umum untuk menjadi Ketua Panitia Diskusi Publik Ngulik Soal Musik Dangdut. Ini bagian dari upaya mendorong musik dangdut agar diakui UNESCO,” ujar Nana dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Keterlibatan Nana terasa cukup personal. Sebagai seorang pedangdut yang telah lama berada di lingkungan musik dangdut, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memperjuangkan keberadaan musik yang menjadi bagian penting dari perjalanan budaya populer Indonesia tersebut.

Nana juga memiliki kedekatan dengan dunia dangdut melalui perjalanan hidupnya sebagai mantan istri almarhum pedangdut Imam S. Arifin. Karena itu, ia menilai perjuangan menjadikan dangdut sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia bukan hanya menjadi tugas satu pihak.

“Sebagai pedangdut, saya terpanggil untuk ikut menyukseskan perjuangan PAMDI yang menaungi insan dangdut, termasuk saya. Musik dangdut adalah musik kebanggaan kami. Karena itu, saya ingin ikut berperan agar dangdut semakin maju dan mendapat pengakuan dunia,” tegasnya.

Menurut Nana, perjuangan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Ia berharap para pelaku industri musik, pemerintah, organisasi profesi hingga masyarakat dapat memiliki semangat yang sama untuk memperkuat posisi dangdut.

Ia pun memandang diskusi publik sebagai salah satu cara untuk mempertemukan berbagai pemikiran. Apalagi, kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, pejabat terkait, Menteri, serta tokoh dangdut Rhoma Irama.

“Kalau dukungan hanya dalam bentuk secarik kertas, dampaknya tentu tidak akan terlalu besar. Tetapi ketika kita membuat diskusi yang menghadirkan para pemangku kepentingan, pejabat terkait, Menteri, dan Bang Haji Rhoma Irama, saya yakin dampaknya akan jauh lebih signifikan,” kata Nana.

Nana berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial. Ia ingin diskusi mengenai dangdut menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat perjuangan agar musik dangdut semakin mendapat tempat sebagai kekayaan budaya Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Nana menjalankan mandatnya sebagai kader Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia. Ketua Umum FORWAN Sutrisno Buyil mengatakan Nana dipilih karena dinilai memiliki pengalaman dan integritas dalam menangani berbagai kegiatan besar organisasi.

“Selain sebagai kader FORWAN yang loyal, Nana juga insan dangdut yang memiliki pengalaman dan integritas sebagai ketua panitia event besar FORWAN,” tandas Buyil. (san/*) #foto dok. nana mardiana

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.