KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Fatwa majelis ulama Indonesia (MUI) yang berisi tentang boikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel dinilai oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kota Tangerang momentum untuk tumbuh maju.
Sejumlah produk yang beredar di Indonesia diketahui banyak yang memiliki afiliasi dengan Israel, mulai dari makanan ringan, hingga kebutuhan rumah tangga.
Terkait momentum ini, Hj. Dewi Djaelani Ketua Forum UMKM Kota Tangerang menuturkan, pihaknya telah memberi imbauan agar para pelaku usaha untuk memaksimalkan produknya sehingga bisa mengalami peningkatan omset ditengah situasi saat ini.
“Dengan kondisi yang ada saat ini bisa kita maksimalkan program pemasaran produk temen-temen UMKM lebih maksimal,”ujar Dewi saat dihubungi, Rabu 15 November 2023.
Meski diakui belum terjadi peningkatan omset yang signifikan, Dewi menuturkan karena memang produl-produk UMKM sepenuhnya belum memenuhi kebutuhan atau mampu menggantikan produk yang saat ini di boikot.

“Sejauh ini relatif, memang produk UKM sudah ada konsumennya sendiri, dengan kondisi sekarang dengan adanya fatwa MUI sekalipun mereka lebih yakin, tapi tidak signifikan tapi ada peningkatan sedikit,”imbuhnya.
Lebih jauh pihaknya saat ini akan kembali menggencerkan upaya pemasaran produk-produk UMKM melalui berbagai kegiatan. Saat ini pihaknya sudah mengetahui berbagai jenis produk yang memang di boikot dan jenis produk tersebut menjadi peluang bagi UMKM untuk mengambil kesempatan.
“Iya, ada pelaku UMKM yang awalnya hanya pasif berjualan namun saat ini mulai gencar memasarkan produknya melalui online,”pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai impor Israel ke Indonesia selama bulan Oktober 2023 mencapai US$ 2.532.695. Angka tersebut meningkat dari impor bulan September yakni US$ 999.431.
Impor bulan Oktober didominasi oleh mesin dan pesawat mekanik yang nilainya mencapai US$ 734.786. Angka impor komoditas ini pada bulan Oktober meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode September dengan nilai US$ 142.690.
Selanjutnya komoditas mesin dan peralatan listrik juga mendominasi impor Indonesia dari Israel yang bernilai US$ 718.054. Lagi-lagi, angka tersebut meningkat dibandingkan impor periode September yang nilainya hanya US$ 124.392.








