Program JKN Berikan Harapan untuk Sarjudin

Program JKN Berikan Harapan untuk Sarjudin
ivonis gagal ginjal sejak 2016 silam menjadi ujian terberat bagi Sarjudin (31) hingga saat ini. Delapa tahun bukan waktu yang singkat bagi dirinya untuk bisa lepas dari bayang-bayang rumah sakit. foto Dok BPJS

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Divonis gagal ginjal sejak 2016 silam menjadi ujian terberat bagi Sarjudin (31) hingga saat ini. Delapa tahun bukan waktu yang singkat bagi dirinya untuk bisa lepas dari bayang-bayang rumah sakit.

Dua kali dalam seminggu, ia harus bertemu jarum dan selang darah demi menstabilkan fungsi ginjalnya. Meskipun begitu, ia tak lantas patah semangat untuk melanjutkan hari-harinya sebagai seorang wirausaha.

Bacaan Lainnya

“Pertama kali divonis harus rutin cuci darah itu waktu saya baru lulus kuliah, sekitar pertengahan tahun 2016. Awal divonis gagal ginjal itu, rasanya hidup tidak tentram, hari-hari saya terasa sangat berat. Namanya orang terkena penyakit, mental juga ikut terganggu. Apalagi saat itu usia masih sangat muda. Di usia yang harusnya bisa produktif dan aktif bekerja, saya malah harus terbaring sakit. Sakitnya pun tidak main-main butuh biaya yang besar untuk pengobatannya,” tutur Sarjudin, Selasa, 16 Juli 2024.

Semangat dari keluarga membuat Sarjudin kembali tegar. Berkat dukungan keluarga serta kartu JKN yang dimilikinya, Sarjudin merasa sebersit harapan baru muncul di hadapannya.

Kini, tak terhitung sudah berapa kali ia menggunakan kartu JKN untuk menjalani setiap cuci darah yang sudah berlangsung kurang lebih delapan tahun ini. Dalam perjalannya, kondisi Sarjudin semakin membaik. Meskipun ia sadar tak akan bisa lepas dari layanan cuci darah, setidaknya masih ada percikan semangat yang membuat dirinya lega.

“Entahlah, kalau tidak ada Program JKN ini harus berapa banyak lagi uang yang harus dikeluarkan untuk cuci darah. Jika jatuh sakit, tidak perlu risau memikirkan biaya. Mungkin untuk berobat sekali dua kali dengan uang sendiri, masih mampu. Tapi kalau harus dilakukan seumur hidup seperti cuci darah yang saya alami, pasti ada masanya kita tidak mampu lagi menanggung biayanya. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Program JKN,” ungkap Sarjudin.

Dari awal menjalani cuci darah, Sarjudin merasakan sikap para petugas rumah sakit sangatlah ramah dan telaten melayani, ditambah suasana kekeluargaan yang kental sangat terasa antara petugas, pasien dan keluarga pasien.

Hal tersebut menjadi pendorong semangat Sarjudin juga pasien-pasien lainnya untuk tetap kuat dan semangat menjalani prosedur medis yang sangat menguras energi mereka. Dirinya mengapresiasi pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang sudah membantunya selama ini.

“Setiap Selasa dan Jumat saya ke rumah sakit, saya kebagain yang pagi hari. Setiap cuci darah bisa sampai 5 jam, jadi sering cerita-cerita saat sedang menunggu supaya tidak bosan. Setiap minggu bertemu sesama pasien dan petugas, membuat kami saling kenal hingga seperti keluarga. Saya sudah seperti anak bungsu di sini. Pokoknya semua baik dan ramah disini, membuat saya merasa nyaman selama berobat,” katanya sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Menurut Sarjudin yang paling utama dibutuhkan oleh orang sakit adalah perasaan senang. Di akhir perbincangannya dengan Tim Jamkesnews, Sarjudin berpesan kepada teman-teman seperjuangannya sesama pasien untuk tetap semangat, jangan putus asa dan ikhlas menjalani cobaan ini.

Tak lupa dirinya juga menitipkan pesannya kepada BPJS Kesehatan agar program JKN terus berkelanjutan. Berkat uluran tangan peserta JKN, Sarjudin mampu melanjutkan hidup hingga saat ini.

“Selamat ulang tahun yang ke 56 untuk BPJS Kesehatan. Terima kasih telah hadir untuk kami masyarakat Indonesia. Yang kami rasakan manfaat program JKN ini begitu besar bagi masyarakat Indonesia. Saya berharap progam JKN tetap berlanjut sehingga dapat memberikan harapan untuk orang-orang sakit seperti saya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua peserta JKN yang telah membayar iuran rutin setiap bulannya, apalagi untuk mereka yang tidak pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan. Tanpa disadari, iuran kalian telah membantu membiayai peserta yang sakit,” tutup Sarjudin.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.