KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bencongan 3 resmi beroperasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di wilayah Kelurahan Bencongan, Kabupaten Tangerang. Secara bertahap, layanan ini ditargetkan menjangkau hingga 3.000 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.
Peresmian SPPG Bencongan 3 dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, pada Jumat 6 Maret 2026. Meski demikian, operasional dapur layanan gizi tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 23 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Moch. Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan makanan yang diproduksi oleh SPPG. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang harus dijalankan secara optimal demi mendukung kesehatan generasi muda.
“Ini program dari Presiden, maka harus kita maksimalkan demi kemajuan anak bangsa,” ujarnya.
Selain meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak, Maesyal juga menilai keberadaan SPPG dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal itu terlihat dari terbukanya lapangan pekerjaan baru serta keterlibatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam penyediaan bahan maupun produk makanan.
Sementara itu, Pengelola SPPG Bencongan 3 sekaligus perwakilan Yayasan Insan Bintang Cemerlang, Elizabeth Martina, menjelaskan bahwa saat ini jumlah penerima manfaat masih dalam tahap awal sekitar 1.000 orang.
Menurutnya, jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga mencapai target maksimal 3.000 penerima manfaat.
“Untuk sementara memang belum maksimal. Saat ini baru sekitar 1.000 penerima manfaat, namun nantinya akan kami tingkatkan secara bertahap hingga 3.000,” jelas Elizabeth.
Ia menambahkan, distribusi makanan bergizi gratis tersebut menjangkau sekolah-sekolah yang berada dalam radius sekitar 5 hingga 6 kilometer dari lokasi SPPG. Penerima manfaat berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP dan SMA, serta posyandu di sekitar wilayah tersebut.
“Distribusinya ke sekolah-sekolah di sekitar sini, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP dan SMA yang masih dalam jangkauan sekitar lima sampai enam kilometer dari SPPG,” katanya.
Elizabeth juga menyebutkan bahwa peningkatan jumlah penerima manfaat dilakukan secara bertahap sesuai arahan pemerintah agar pengelola dapat menyesuaikan kapasitas pelayanan.
“Kami mulai dari 1.000 penerima manfaat, nanti bertahap menjadi 1.500, 2.000 hingga maksimal 3.000 agar tim terbiasa dan pelayanan tetap optimal,” tambahnya.
Dalam operasionalnya, SPPG Bencongan 3 melibatkan 47 relawan yang bertugas di dapur produksi. Selain itu, terdapat tiga tenaga inti yang terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, dan staf keuangan yang memastikan proses produksi dan distribusi berjalan sesuai standar.
Untuk menjaga kualitas makanan, pihak pengelola juga menerapkan standar higienitas yang ketat bagi seluruh petugas dapur. Setiap relawan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, apron, dan penutup kepala (hairnet).
“Kami juga menggunakan thermogun untuk memeriksa suhu tubuh petugas sebelum bekerja. Jadi semua proses produksi kami pastikan higienis karena makanan ini dikonsumsi anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, SPPG Bencongan 3 juga menggandeng sejumlah pelaku UMKM lokal dalam penyediaan produk makanan seperti tahu bakso, brownies, dan berbagai jenis kue. Namun, setiap produk yang digunakan tetap harus memenuhi standar kebersihan dan kualitas yang ditetapkan.
“Produk UMKM kami libatkan, tetapi tetap kami cek proses produksi dan higienitasnya. Kami memiliki tanggung jawab kepada masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi penerima manfaat,” pungkas Elizabeth.










