JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – PinkDice tidak hanya menyiapkan musik untuk single kedua mereka, “You’re The Only One”. Girl group Indonesia beraliran K-pop tersebut juga menghadirkan koreografi khusus untuk memperkuat pesan emosional dalam lagu.
Single ciptaan Harisbat Haminudin ini mengisahkan hubungan yang mengalami perubahan. Dua orang yang sebelumnya memiliki hubungan romantis akhirnya menyadari bahwa mereka dapat tetap memiliki hubungan yang berarti sebagai teman.
Cerita tersebut kemudian diterjemahkan PinkDice melalui musik, gerakan, dan visual. Bagi grup yang kini beranggotakan Cinta, Kaori, Icel, Rei, dan Evelyn itu, koreografi menjadi bagian penting dalam membangun identitas mereka sebagai girl group.
Untuk “You’re The Only One”, koreografi dibuat oleh Reinhart Martin. Gerakan yang disiapkan diarahkan untuk mendukung karakter dan emosi lagu sehingga pesan mengenai perubahan hubungan dapat disampaikan melalui penampilan.
PinkDice melihat musik dan koreografi sebagai dua elemen yang dapat saling melengkapi. Karena itu, perilisan single tidak berhenti pada rekaman audio, tetapi dikembangkan menjadi sebuah karya pertunjukan yang menggabungkan musik, gerakan, dan visual.
Dari sisi cerita, “You’re The Only One” membawa tema yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang belajar menerima bahwa hubungan romantis tidak selalu dapat dipertahankan, tetapi bukan berarti seluruh rasa hormat dan perhatian harus ikut berakhir.
PinkDice juga memasukkan pesan mengenai self-love. Setelah menerima perubahan dalam hubungan, seseorang diajak untuk kembali merasa nyaman dengan dirinya sendiri.
Pesan tersebut terasa melalui bagian akhir lagu yang berbunyi, “Ku nyaman bersama diriku, Kau dan aku hanya berteman saja.”
Selain Music Video dan Dance Performance Video, PinkDice turut menyiapkan Dance Practice Video dan Lyric Video. Setiap konten memiliki pendekatan berbeda, tetapi tetap berada dalam konsep yang sama.
Music Video menjadi medium untuk menerjemahkan cerita dan emosi lagu ke dalam visual. Sementara itu, Dance Performance Video memberikan ruang bagi penonton untuk menikmati koreografi secara lebih utuh.
Dance Practice Video memperlihatkan koreografi dengan lebih dekat, sedangkan Lyric Video memberikan kesempatan kepada pendengar untuk mengikuti lirik lagu.
Lewat rangkaian tersebut, PinkDice ingin memperkenalkan “You’re The Only One” secara lebih luas sekaligus memperlihatkan perkembangan mereka setelah debut melalui “Bully No Bully”.
Single “You’re The Only One” kini sudah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital. (san/*) #foto dok. pinkdice








