KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Tangerang Banten Raya (HIMATA BTR) bersama Aliansi Masyarakat Tugu Bersatu berbuah hasil. Tuntutan warga terkait penutupan CV Global Jaya, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, ditindaklanjuti melalui proses penutupan dan penyegelan yang disaksikan langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tangerang dan Kapolsek Karawaci.
Langkah tersebut dilakukan atas atensi Wali Kota Tangerang serta Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo. Penutupan ini menjadi momentum bagi warga Kampung Tugu dalam memperjuangkan aspirasi dan hak mereka.
Perwakilan masyarakat, Ria Badriah, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas tindak lanjut pemerintah terhadap tuntutan warga. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kampung Tugu dan mahasiswa HIMATA BTR yang bersama-sama mengawal perjuangan tersebut.
Menurut Ria, keberhasilan ini bukan sekadar soal terpenuhinya tuntutan demonstrasi, tetapi juga menjadi bukti bahwa suara masyarakat perlu didengar. Ia berharap aspirasi warga dapat terus ditindaklanjuti melalui langkah nyata oleh pemerintah.
Sementara itu, Koordinator Aksi HIMATA BTR, Ansori Fahmi, menegaskan bahwa keberhasilan perjuangan tidak terlepas dari keberanian masyarakat untuk bersuara dan konsisten mengawal aspirasi. Ia menilai, perjuangan bersama dibutuhkan agar persoalan yang dihadapi warga mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan.
BACA JUGA : Pemusnahan Barang Bukti 210 Perkara, Ada Ponsel, Celurit hingga Hampir 70 Kilogram Sabu
“Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan. Kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama. Setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan yang besar, keberanian untuk bersuara, serta konsistensi dalam memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat,” tegas Ansori, saat dikonfirmasi usai penyegelan.
Ansori menambahkan, gerakan mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada penyampaian kritik, tetapi juga berperan sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, persatuan mahasiswa dan masyarakat menjadi modal penting untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan publik.
LBH Ingatkan Dampak Penutupan terhadap Pekerja
Ketua Advokasi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Adli Amrullah, turut mengapresiasi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa bersama masyarakat Kampung Tugu. Ia menilai, keterlibatan kedua elemen tersebut menunjukkan pentingnya partisipasi publik dalam mengawasi pemerintahan dan memperjuangkan keadilan.
“Bergabungnya elemen masyarakat dan mahasiswa menjadi momentum yang menegaskan bahwa kekuasaan tertinggi dalam kehidupan demokrasi bersumber dari rakyat. Ketika masyarakat mampu menyatukan aspirasi dan bergerak bersama, mereka memiliki kekuatan untuk melawan ketidakadilan serta mendorong pemerintah agar lebih responsif terhadap persoalan yang dihadapi warga,” ujar Adli.
BACA JUGA : Samsat Cikokol Gelar Razia Pajak Kendaraan, Ratusan Kendaraan Terjaring
Meski demikian, Adli mengingatkan bahwa penutupan atau penyegelan tempat usaha tidak boleh dianggap sebagai akhir dari penyelesaian persoalan. Pemerintah juga perlu memperhitungkan dampak sosial dan ekonomi, terutama jika penutupan tersebut berpotensi menghilangkan mata pencaharian para pekerja.
Ia mendorong Pemerintah Kota Tangerang untuk memastikan persoalan yang menjadi dasar penutupan ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak terhadap pekerja yang terdampak.
“Penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial. Jangan sampai penyelesaian satu persoalan justru melahirkan persoalan baru yang menyangkut penghidupan masyarakat,” kata Adli.
“Pemerintah harus hadir untuk memastikan aspek penegakan hukum, perlindungan masyarakat, dan keberlangsungan ekonomi warga dapat ditangani secara serius,” tambahnya.








