KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Koperasi di Indonesia dituntut untuk mampu menjawab perkembangan zaman. Dengan begitu diharapkan bisa mensejahterakan para anggotanya.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) bersama Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kota Tangerang berupaya meningkatkan kapasitas SDM maupun kualitas koperasi di Kota Tangerang sehingga bisa maju.
Kepala Disperindagkop UKM, Suli Rosadi menjawab tantangan koperasi di Kota Tangerang sesuai dengan tema hari Koperasi nasional yakni Membangun Koperasi Berbasis Kearifan Lokal Menuju Ekonomi Gotong Royong yang Mandiri, Modern dan Berdigital.
Pihaknya berharap melalui semangata tersebut dapat menjadi suntikan semangat untuk mendorong koperasi lebih adaptif terhadap perubahan dan perkembangan ekonomi, teknologi, sosial dan budaya secara global.

Terlebih, koperasi di Kota Tangerang mampu menjawab tantangan zaman dan memiliki daya saing dan daya sanding yang besar. Tercatat, di Kota Tangerang ada 293 koperasi aktif.
“Dengan itu, diperlukan penguatan pada pengaturan tentang pilar-pilar ekosistem koperasi, yang melibatkan banyak lembaga pendukung dan profesi penunjang perkoperasian. Serta pengaturan tentang sanksi pidana untuk meningkatkan pelindungan terhadap badan hukum koperasi dan anggotanya,” tegas Suli, Minggu 30 Juli 2023.
Kata Suli, kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangerang dengan seluruh koperasi di Kota Tangerang akan terus dikuatkan. Terlebih, untuk membangkitkan pergerakan ekonomi di Kota Tangerang, yakni koperasi sebagai dan mitra yang dapat terus memberi manfaat yang mutual.









