Dimyati Dorong APJI Tingkatkan Profesionalisme Pelaku Usaha Jasa Boga

Dimyati Dorong APJI Tingkatkan Profesionalisme Pelaku Usaha Jasa Boga
Dimyati Dorong APJI Tingkatkan Profesionalisme Pelaku Usaha Jasa Boga

SERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan sektor jasa boga memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia Provinsi Banten di The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Kamis 21 Mei 2026 kemarin.

Bacaan Lainnya

Musda tersebut mengangkat tema “Jasa Boga Mandiri: Menjadi Pilar Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional, Serta Berdaya Saing di Tingkat Global”.

Menurut Dimyati, sektor jasa boga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Provinsi Banten.

BACA JUGA  :APJI Buka Program Pembinaan UMKM, Fokus Tingkatkan Kualitas Usaha Boga

“Jika dihitung, ada ratusan ribu masyarakat di Banten yang bekerja di sektor jasa boga. Ini menunjukkan lapangan pekerjaan tumbuh dan masyarakat memperoleh penghasilan untuk keluarganya,” katanya.

Ia menilai keberadaan jasa boga tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga warisan budaya melalui pelestarian kuliner daerah.

Selain itu, sektor tersebut dinilai mampu mendukung pertumbuhan pariwisata dan meningkatkan pendapatan daerah maupun nasional.

“Wisata kuliner dan jasa boga ini sangat potensial karena dapat menarik investasi serta meningkatkan pendapatan daerah dan negara,” ujarnya.

BACA JUGA  : APJI Usulkan Pembentukan ‘Food Hub’ untuk Optimalkan Program Makan Bergizi di Kota Tangerang

Meski demikian, Dimyati menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme dan kualitas layanan pelaku usaha jasa boga. Karena itu, ia mendorong APJI aktif memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha, termasuk pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menjaga mutu makanan, keamanan pangan, serta kandungan gizi dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya melihat APJI sebagai organisasi yang profesional. Dukungan pelatihan sangat diperlukan agar pelaku usaha memahami standar mutu makanan yang baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pengusaha jasa boga di Banten melalui pelatihan dan sertifikasi keamanan pangan.

BACA JUGA  : APJI Kota Tangerang Gelar Rakercab, Fokus Meningkatkan Skill e-Katalog

Ia menyebut APJI juga telah dipercaya oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia untuk memberikan pelatihan manajemen katering dan manajerial kepada 32 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan yang nantinya bertugas memimpin dapur MBG.

Selain itu, APJI siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan pelatihan kepada relawan dan mitra dapur MBG melalui Satgas APJI.

“APJI fokus pada keamanan pangan. Kami berharap seluruh pelaku jasa boga dan kuliner di Banten tersertifikasi serta mendapat pelatihan sehingga kualitas makanan, pelayanan, dan keamanan pangan tetap terjaga,” ujar Tashya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.