Arus Mudik Sumatera Diprediksi Padat 18 Maret, Menhub Siapkan Tambahan Kapal dan Buffer Zone

Sebuah pengendara roda empat sedang melakukan pembayaran tol, di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (16/04/2024). Sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan kembali menerapkan diskon tarif tol untuk beberapa ruas jalan tol pada masa arus balik Lebaran 2024, mulai Tol Jakarta - Merak, Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera Diskon Tarif Tol mulai dari Tanggal 17 April mulai pukul 05:00 WIB - 19 April 2024 hingga pukul 05:00 WIB besar Diskon Tarif Tol 20%. Foto : Ilham Herda Fauzi/LENSABANTEN

CILEGON, LENSABANTEN.CO.ID —Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai potensi kepadatan arus mudik di kawasan Pelabuhan Merak menjelang Lebaran 2026. Salah satu strategi yang disiapkan adalah membuka empat jalur penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Langkah itu disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau kesiapan pelabuhan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Jumat 13 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Dudy, kesiapan sarana dan prasarana penyeberangan di wilayah Banten pada musim mudik tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menambah jumlah kapal serta memperluas opsi pelabuhan agar arus kendaraan menuju Sumatera dapat lebih terdistribusi.

Kementerian Perhubungan menyiapkan empat lintasan penyeberangan, yakni Merak–Bakauheni, Ciwandan–Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, serta BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu. Selain itu, jalur Pelabuhan Panjang juga disiapkan sebagai rencana cadangan melalui kerja sama dengan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera.

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah buffer zone di sekitar kawasan pelabuhan. Titik penyangga ini tersebar di jalur arteri hingga ruas tol, termasuk rest area KM 13A, KM 43A, dan KM 68A.

Dudy memprediksi puncak arus mudik penyeberangan dari Merak akan terjadi pada 18 Maret. Namun lonjakan kendaraan diperkirakan sudah mulai terasa sejak pertengahan Maret.

Pengaturan arus kendaraan juga akan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembagian pelabuhan berdasarkan jenis dan sumbu kendaraan. Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat menjaga kelancaran arus mudik sekaligus mengurangi antrean kendaraan di kawasan pelabuhan.

Sementara itu, Pratikno menilai jadwal libur panjang tahun ini memberi peluang distribusi perjalanan mudik yang lebih merata. Dengan adanya kebijakan work from anywhere (WFA), cuti bersama, serta libur Nyepi dan Idul Fitri, masyarakat diharapkan tidak menumpuk dalam satu waktu perjalanan.

Peninjauan ini juga dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Agus Subiyanto.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.