KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang menggelar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi seluruh elemen dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Peringatan HANI tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan itu dihadiri Pemerintah Kota Tangerang, BNN Provinsi Banten, Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
BNN Kota Apresiasi Dukungan Semua Pihak
Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol. Vivick Tjangkung, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangerang beserta seluruh Forkopimda dan OPD yang selama ini aktif mendukung program pemberantasan narkoba. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Tangerang yang bersih dari narkoba.
“HANI 2026 kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan jajaran Forkopimda serta jajaran OPD. Kemudian juga terima kasih kepada Pak Brigjen Pol (Purn) Budi Sajidin yang telah hadir bersama kami. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena semuanya turut mendukung,” ujar Vivick, saat dikonfirmasi Lensa Banten pada Jumat, 10 Juli 2026.
Vivick berharap peringatan HANI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin seluruh masyarakat ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan feedback yang baik untuk masyarakat Kota Tangerang dan menjadikan Kota Tangerang bebas narkoba. Kami siap melakukan edukasi serta kegiatan-kegiatan positif untuk membangun anak-anak muda Kota Tangerang yang berkualitas,” katanya.
Kasus Narkoba Masih Jadi Ancaman
Di tengah upaya pencegahan yang terus dilakukan, BNN Kota Tangerang masih menemukan sejumlah kasus peredaran narkoba. Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, petugas berhasil mengamankan barang bukti ganja dan sabu dalam jumlah kilogram.
“Dalam tahun 2025 sampai saat ini, kita memang ada barang bukti yang kita amankan. Seperti kejadian di wilayah Tanah Tinggi dan Benda. Itu ada ganja dan juga sabu. Barangnya pun tidak sedikit, kurang lebih ada satu kilo, ada juga yang tiga kilo,” jelasnya.
Menurut Vivick, temuan tersebut menjadi alarm bahwa Kota Tangerang belum sepenuhnya aman dari ancaman narkoba. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengarahkan generasi muda pada kegiatan yang positif.
“Ini merupakan warning untuk kita semua bahwa tempat kita tidaklah aman, tidaklah baik-baik saja. Tetap harus waspada dan lakukan hal-hal yang positif agar anak-anak kita tidak terjerat narkoba,” tuturnya.
BNN Siapkan Layanan Rehabilitasi
BNN Kota Tangerang juga memastikan masyarakat yang terlanjur menjadi penyalahguna narkoba tidak perlu takut mencari pertolongan. Berbagai layanan rehabilitasi telah disiapkan sebagai bagian dari proses pemulihan.
“BNN Kota Tangerang merupakan rumah untuk anak-anak kita yang sudah terjerumus. Kami juga banyak program-program untuk merehabilitasi kepada mereka yang terjerumus,” imbuhnya.
Vivick mengatakan, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Rumah yang nyaman dan penuh kasih sayang dinilai mampu menjadi benteng pertama bagi anak-anak.
“Dalam pencegahan narkoba ini dibutuhkan kekuatan mental, kekuatan iman dan kekuatan psikologi keluarga. Rumah harus nyaman, bersih dan penuh kasih sayang agar anak-anak tetap terkontrol dengan lingkungannya,” ucapnya.
Ia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan program rehabilitasi yang tersedia di BNN Kota Tangerang. Layanan tersebut terbuka bagi pengguna yang ingin pulih dari ketergantungan narkoba.
“Pasti. Ada rehabilitasi mandiri dan ada rehabilitasi jalan yang bisa digunakan oleh seluruh masyarakat yang terjerumus narkoba,” pungkasnya.
BNN Banten Luncurkan Dua Program Pencegahan
Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol. Budi Sajidin, mengatakan perang melawan narkoba membutuhkan dukungan seluruh pihak. Menurutnya, pemerintah, media, dan masyarakat harus bergerak bersama agar upaya pencegahan berjalan maksimal.
“Pak Wali sudah mendukung kita, media tolong dukung kita, masyarakat juga dukung semua untuk perang melawan narkoba,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, BNN saat ini memiliki dua program unggulan yang difokuskan untuk memperkuat pencegahan sejak usia dini. Program tersebut diharapkan mampu menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“BNN saat ini ada dua program unggulan. Pertama IKAN atau Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, sehingga materi bahaya narkoba masuk ke sekolah hingga perguruan tinggi. Kedua Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkoba Mulai dari Anak. Untuk mengamankan Generasi Emas 2045, kita harus menjaganya sejak usia dini,” jelasnya.
Sachrudin: Perang Melawan Narkoba Harus Dilakukan Bersama
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan BNN. Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat dalam pencegahan agar generasi muda terlindungi.
“Saya sepakat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalau sudah kena penyakit, tidak enak rasanya dan biayanya tinggi. Jadi pencegahan ini yang paling utama kita lakukan,” ujar Sachrudin.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Tangerang terus mendukung berbagai program pencegahan, termasuk melalui hibah kepada BNN dan berbagai organisasi masyarakat. Menurutnya, media juga memiliki peran besar dalam menyampaikan edukasi tentang bahaya narkoba.
“Tidak ada yang bisa bekerja sendirian. Pemerintah tidak bisa. Peran serta masyarakat sangat besar dan harus terus kita bangun. Semua elemen harus terlibat, termasuk media,” katanya.
Sachrudin mengajak seluruh masyarakat menjaga anak-anak dari ancaman narkoba sejak dini. Menurutnya, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dibentengi bersama.
“Penanganan narkoba harus serius, tidak boleh main-main. Mari bersama membangun Kota Tangerang, termasuk mencegah penyalahgunaan narkoba, karena masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak muda,” pungkasnya.










