‘Nabun’ Masih Terjadi di Wilayah Kota Tangerang, Sachrudin: Ini Bahaya untuk Pernapasan

‘Nabun’ Masih Terjadi di Wilayah Kota Tangerang, Sachrudin Ini Bahaya untuk Pernapasan
Wali Kota Tangerang Sachrudin (Tengah) saat di wawancarai awak media. foto : Dony - Lensabanten

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membakar sampah sembarangan atau yang kerap disebut “nabun”. Imbauan itu disampaikan Wali Kota Tangerang Sachrudin menyusul masih adanya aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan sebagian warga.

Sachrudin menegaskan, membakar sampah merupakan tindakan yang dilarang karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Asap hasil pembakaran dinilai berpotensi mengganggu sistem pernapasan hingga merusak kesehatan paru-paru masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ini kan sudah ada aturannya, tidak boleh. Karena ini merusak kesehatan, terutama pernapasan dan paru-paru. Oleh karenanya saya menghimbau masyarakat agar tidak melakukan membakar sampah sembarangan,” kata Sachrudin kepada Lensa Banten usai kegiatan memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Gedung Seni Budaya, Kota Tangerang, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Sachrudin, aktivitas pembakaran sampah di Kota Tangerang saat ini sudah mulai berkurang. Kondisi tersebut terjadi karena pemerintah terus melakukan pemantauan hingga ke tingkat kewilayahan.

“Sekarang sudah relatif agak sedikit di Kota Tangerang karena kita pantau terus. Para camat, lurah, RT dan RW juga memberikan himbauan agar tidak boleh ada lagi yang membakar sampah sembarangan,” ujarnya.

Sosialisasi Terus Digencarkan hingga Tingkat RT/RW

Sachrudin mengatakan, Pemkot Tangerang terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat melalui camat, lurah, hingga pengurus RT dan RW. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat semakin sadar akan bahaya membakar sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.

Ia berharap kebiasaan “nabun” yang masih dilakukan sebagian warga dapat dihentikan sepenuhnya. Dengan begitu, kualitas udara di Kota Tangerang tetap terjaga dan risiko gangguan kesehatan akibat asap pembakaran sampah dapat diminimalkan.

“Sudah. Kita sosialisasikan terus,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.